Mayoritas siswa hanya mengalami batuk, pilek, dan demam ringan.
“Kami luruskan agar tidak simpang siur. Total siswa sakit hanya delapan orang, bukan belasan apalagi 18,” tegasnya.
Pengawasan Konsumsi dan Langkah Pencegahan
Terkait konsumsi makanan di Sekolah Rakyat, Dinas Sosial memastikan seluruh proses berada dalam pengawasan ketat.
Saat ini penyediaan makanan masih menggunakan jasa katering pihak ketiga, namun diawasi langsung oleh sekolah, tenaga kesehatan, dan Puskesmas setempat.
Ke depan, pihak sekolah juga telah menyiapkan dua dapur dan kantin sendiri guna meningkatkan kualitas dan keamanan konsumsi siswa.
Sebagai langkah lanjutan, sekolah telah mengajukan permohonan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ulang kepada Dinas Kesehatan, terutama bagi siswa baru.
“Langkah ini penting agar kesehatan siswa tetap terjaga dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” pungkas Eka Agustina. (*/red)





