Bentak Guru Picu Amarah! Detik-detik Pelajar SMKN 3 Geruduk MAN 2 Lubuklinggau, Lempar Batu hingga Tiga Luka

oleh -83 Dilihat
oleh
Tawuran SMKN 3 dan MAN 2 Lubuklinggau dipicu miskomunikasi dengan guru. Tiga siswa luka, polisi sigap menghentikan keributan, Rabu (19/11/2025). Foto: IST/Facebook.com

Ringkasan Berita:

° Tawuran pelajar SMKN 3 dan MAN 2 Lubuklinggau pecah akibat miskomunikasi antara siswa dan guru.

° Aksi saling lempar batu melukai tiga pelajar.

° Polisi bergerak cepat menghentikan keributan sebelum meluas.


LUBUKLINGGAU, LINTANG POS com — Suasana Rabu pagi (19/11/2025) di MAN 2 Lubuklinggau mendadak berubah tegang.

Ketika sebagian siswa sedang belajar, sebagian lain menjalani dhuha dan mengaji, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah luar pagar.

Hanya hitungan detik, batu-batu mulai berterbangan dan memecahkan ketenangan yang biasanya menyelimuti halaman sekolah.

Aksi saling lempar batu antara pelajar SMKN 3 dan MAN 2 Lubuklinggau itu menyisakan kepanikan.

Tiga siswa terluka—satu dari SMKN 3 dan dua dari MAN 2—dengan luka di kepala dan kaki akibat terkena hantaman batu.

Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

BACA JUGA: Polisi Gagalkan Tawuran, Amankan 8 Remaja Bersenjata Celurit

Waka Kesiswaan MAN 2 Lubuklinggau, Joharudin, menceritakan bahwa keributan ini berakar dari masalah sepele namun membesar akibat miskomunikasi.

Semula, beberapa siswa MAN 2 yang tergabung dalam klub basket sehari-hari berlatih di TOS. Sang pelatih kemudian mengajak mereka berlatih di SMKN 3.

“Mungkin terjadi salah paham sehingga beradu argumen dengan guru,” ungkap Joharudin. Dari cekcok kecil itu, muncul kesan bahwa guru SMKN 3 dibentak dan direndahkan oleh siswa MAN 2.

Informasi tersebut kemudian menyebar cepat di antara siswa SMKN 3. Emosi tersulut.

Mereka membuat grup percakapan dan menyerukan bahwa guru mereka dihina.

Niat awal untuk menyelesaikan masalah justru berubah menjadi ajakan balas dendam.

BACA JUGA: Ngaku Jadi Korban Begal, Pelajar di Palembang Ternyata Terlibat Tawuran

Sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan pelajar yang terbakar emosi itu berkumpul dan langsung bergerak menuju MAN 2 sebelum jam masuk sekolah dimulai.

Tanpa banyak bicara, lemparan batu langsung menghujani halaman sekolah.

“Kami sedang belajar, ada yang duha dan ngaji, tiba-tiba terdengar suara ribut dan batu beterbangan. Ada barang yang pecah,” ujar Joharudin.

Di tengah situasi yang mulai tak terkendali, pihak sekolah sigap menghubungi Polres Lubuklinggau dan bhabinkamtibmas.

Aparat datang cepat, memisahkan dua kelompok pelajar dan menghentikan aksi sebelum menjalar lebih luas.

“Memang ada yang terluka, tapi hanya luka ringan seperti kena batu di kepala,” katanya.

BACA JUGA: Kapolsek Turun Gunung! Siswa SMA Negeri 1 Lintang Kanan Ikuti Sosialisasi Anti-Kenakalan Remaja

Kini, pihak sekolah dari kedua belah pihak masih menelusuri lebih jauh sumber kesalahpahaman untuk memastikan insiden serupa tak terulang. (*/red)