Categories: Nasional

BGN Bantah Isu 5.000 Dapur Fiktif, Begini Mekanisme Pencairan Dana Program MBG

Ringkasan Berita:
° Badan Gizi Nasional (BGN) membantah isu adanya 5.000 dapur fiktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

° Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa semua titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melalui proses verifikasi berlapis dan tidak mungkin fiktif.

° Sistem BGN otomatis mengembalikan status usulan yang progres pembangunannya nol persen ke tahap awal.

° Hingga kini, BGN telah menerima lebih dari 3.500 komplain dan sebagian besar telah ditindaklanjuti dengan bukti valid.

° BGN juga memastikan dana MBG tak bisa dicairkan tanpa mekanisme resmi yang ketat dan transparan.


Jakarta, LintangPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi isu beredarnya informasi tentang 5.000 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut fiktif.

Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak benar.

Menurut Sony, kebingungan itu muncul karena sejumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memang telah terdaftar dalam portal mitra, namun belum ditindaklanjuti dengan pembangunan.

“Semua SPPG operasional yang terverifikasi tidak mungkin fiktif karena harus dilengkapi dengan perwakilan yayasan dan kepala SPPG,” ujar Sony Sanjaya seperti dikutip dari laman resmi BGN.

Ia menjelaskan, setiap usulan dapur SPPG wajib melewati sejumlah tahap ketat, mulai dari verifikasi pengajuan, persiapan, survei lapangan, hingga penentuan kelayakan.

Jika suatu proyek belum menunjukkan progres pembangunan, sistem secara otomatis mengembalikan status usulan tersebut ke tahap awal.

BACA JUGA: Dinkes Sumsel Ingatkan Makanan MBG Wajib Dikonsumsi di Sekolah, Tak Boleh Dibawa Pulang

“Saat ini BGN melakukan review terhadap usulan yang masih dalam proses persiapan namun progresnya nol persen. Usulan itu dikembalikan ke tahap verifikasi pengajuan,” tambahnya.

Sony juga menegaskan bahwa anggaran MBG tidak bisa dicairkan tanpa mekanisme resmi. Dana hanya bisa dikeluarkan dari akun virtual setelah melalui persetujuan dua pihak berwenang.

“Anggaran MBG ditransfer oleh KPPN ke virtual account. Pencairan hanya bisa dilakukan jika perwakilan yayasan sebagai maker dan kepala SPPG sebagai approver telah memiliki username dan password masing-masing,” jelasnya.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: akuntabilitas anggaran Badan Gizi Nasional dapur fiktif MBG isu 5000 dapur fiktif MBG keterbukaan informasi publik Khairul Hidayati klarifikasi BGN soal Program Makan Bergizi Gratis mekanisme pencairan dana MBG Program Makan Bergizi Gratis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Sony Sanjaya verifikasi pembangunan SPPG

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Dua Warga Diamankan Polisi Saat Bakar Lahan di Empat Lawang

Dua warga diamankan Polres Empat Lawang setelah ditemukan di lokasi lahan terbakar dekat RSUD. Polisi…

14 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

PAKEM Empat Lawang Soroti Potensi Gangguan Kerukunan

Kejari Empat Lawang memperkuat koordinasi PAKEM untuk memantau perkembangan aliran kepercayaan dan keagamaan demi menjaga…

16 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

HUT ke-81 TNI, Polsek dan Koramil di Empat Lawang Perkuat Sinergi

Peringati HUT ke-81 TNI, Polsek jajaran Polres Empat Lawang mengunjungi Koramil untuk memperkuat sinergi dan…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Tersangka Maling Motor di Parkiran Indomaret Tertangkap di Kebun Sawit

Polres Empat Lawang menangkap AS, terduga pelaku curanmor, di pondok kebun sawit Lahat. Polisi mengamankan…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Empat Lawang Dorong Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla

Polisi Empat Lawang mendorong pemanfaatan pekarangan bergizi sekaligus memperkuat pencegahan karhutla melalui patroli dan sambang…

3 hari ago
  • Berita
  • Ekonomi
  • Regional
  • Sumsel

KDEKS Dikukuhkan, Herman Deru Dorong Ekonomi Syariah Lebih Masif

Herman Deru menegaskan KDEKS Sumsel harus memperkuat sosialisasi dan kolaborasi agar potensi ekonomi syariah memberi…

4 hari ago