BMKG Peringatkan Wilayah Kabupaten OKI Bisa Terdampak Gempa Megatrust, Warga Diminta Siaga!

oleh -1155 Dilihat
BMKG memperingatkan Kabupaten OKI berpotensi terdampak gempa megatrust Sunda di atas 8 SR. Program Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami digelar untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:
° BMKG mengungkapkan bahwa Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) termasuk wilayah yang berpotensi terdampak jika terjadi gempa megatrust di zona Sunda.

° Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menegaskan bahwa gempa berkekuatan di atas 8 Skala Richter bisa menimbulkan kerusakan hingga Palembang.

° Untuk itu, BMKG bersama pemerintah daerah dan DPR RI menginisiasi Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami di OKI guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana tersebut.


OKI, LintangPos.com — Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ternyata termasuk dalam kawasan yang berpotensi terdampak jika terjadi gempa megatrust di zona Sunda.

Peringatan ini disampaikan oleh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, dalam kegiatan Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar di OKI.

Menurut Daryono, potensi terjadinya gempa megatrust Sunda hanya tinggal menunggu waktu.

Berdasarkan catatan kegempaan, zona aktif berada di wilayah Sumsel bagian barat, selatan Jawa, hingga Bali.

“Prediksi kekuatan gempa megatrust bisa mencapai 8,5 bahkan 9,0 Skala Richter. Jika terjadi di Selat Sunda, dampaknya dapat dirasakan hingga wilayah Palembang, bahkan menyebabkan kerusakan dari Jambi sampai Jawa Tengah,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama 267 tahun terakhir belum pernah terjadi gempa megatrust di kawasan ini.

BACA JUGA: BRIN Temukan Sesar Aktif di Semarang, Potensi Gempa Lebih Kuat dari Sesar Lembang

Karena itu, langkah mitigasi perlu dilakukan sedini mungkin agar masyarakat siap menghadapi segala kemungkinan.

Atas prakarsa anggota DPR RI H Ishak Mekki, BMKG hadir di OKI untuk memperkenalkan Sekolah Lapangan Gempa Bumi dan Tsunami.

Program ini bertujuan membangun budaya sadar siaga dan selamat di masyarakat terhadap potensi bencana alam tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Lampung Utara BMKG, Litman ST MLing, menyebutkan bahwa kegiatan serupa terakhir kali dilakukan pada tahun 2015, dan kali ini menjadi yang pertama di Sumatera Selatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.