EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Empat Lawang mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat kerja sinergi program pemberdayaan alternatif bersama para pemangku kepentingan di Kantor Kepala Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 20 peserta itu dipimpin langsung Kepala BNNK Empat Lawang, Andi Kurniawan. Peserta terdiri dari unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, dan perangkat desa.
Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, Andi Kurniawan melalui Ketua Tim Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Empat Lawang, Azhari kepada wartawan mengatakan, rapat tersebut membahas penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung program Grand Design Alternative Development (GDAD) di Kabupaten Empat Lawang.
BACA JUGA: TP PKK dan BNN Luncurkan Ananda Bersinar di Empat Lawang
Menurutnya, program pemberdayaan alternatif diarahkan untuk mendorong peralihan dari tanaman terlarang menuju komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pengembangan potensi ekonomi lokal,” demikian inti program yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Dalam rapat itu, Kepala BNNK Empat Lawang juga memberikan arahan mengenai pelaksanaan GDAD serta pentingnya keterlibatan pemerintah desa dan unsur terkait untuk membangun alternatif ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah pemangku kepentingan, yakni Kapolsek Muara Pinang, Camat Muara Pinang, Danramil Muara Pinang, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Muara Pinang.
BACA JUGA: BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan Narkoba dari Hulu
Masing-masing unsur menyampaikan dukungan dan pandangan mengenai sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program pemberdayaan alternatif di wilayah tersebut.







