Jika terbukti sebagai satu sistem sesar tunggal, potensi magnitudo gempa yang bisa dihasilkan berpotensi lebih besar dari Sesar Lembang di Jawa Barat.
Sebagai pembanding, hasil riset BRIN sebelumnya menunjukkan bahwa Sesar Lembang pernah memicu gempa bermagnitudo 6,5–7, sebagaimana dibuktikan dari hasil uji parit di kilometer 11,5.
Jika sesar di Semarang memiliki dimensi yang lebih panjang dan aktif, maka risiko gempa kuat di kawasan pantai utara Jawa Tengah patut diwaspadai.
BACA JUGA: Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Muba, Lima Warga Alami Luka Bakar
BRIN telah menjadwalkan ekspedisi lanjutan pada Agustus 2025 dengan fokus pada pengambilan 10 sampel ilmiah, pemetaan tujuh lokasi tambahan, serta penyusunan draf publikasi ilmiah yang akan menjadi acuan nasional dalam riset geologi kebencanaan.
“Riset ini bukan hanya untuk pemetaan ilmiah, tetapi juga sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana gempa bumi,” jelas Sonny.
Dengan dokumentasi dan analisis yang mendalam, hasil temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko geologi yang tersembunyi, sekaligus menjadi fondasi ilmiah untuk kebijakan pembangunan yang lebih aman dan tangguh bencana di wilayah Jawa Tengah, khususnya Semarang dan sekitarnya. (*/red)
Page: 1 2
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…