Materi penyuluhan meliputi pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan ibu dan anak, pendataan keluarga berisiko stunting, hingga penguatan rumah data kependudukan sebagai dasar perencanaan desa.
Selain itu, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga mendapat penguatan rutin terkait pendampingan ibu hamil, pascapersalinan, calon pengantin, serta keluarga berisiko stunting melalui edukasi kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan pola pengasuhan.
Pendekatan yang digunakan pun beragam, mulai dari pertemuan tatap muka, supervisi lapangan, kunjungan rumah, diskusi kelompok, hingga pemutaran video edukatif.
Tak hanya menyasar keluarga, Balai PKB juga fokus membina generasi muda melalui penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan usia anak, serta penguatan karakter, termasuk melalui program TMMD bersama TNI.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Muara Enim.
“Kami berharap sinergi program, kapasitas kader, dan kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga berdampak nyata bagi kesejahteraan keluarga dan kualitas generasi muda,” pungkas Fadillah. (*/red)






