Mereka fokus pada hafalan, bukan pada nalar. Panik saat membaca soal panjang, alih-alih tenang menelusuri maksud di balik pertanyaan.
Tes Literasi dan Numerasi bukan sekadar ujian teknis—ia adalah cermin kesiapan mental dan cara berpikir guru masa depan.
BACA JUGA: Bupati Turun Gunung! Acara Guru di Empat Lawang Mendadak Jadi Pusat Inovasi Pendidikan
Karena di balik setiap angka dan paragraf, tersimpan kemampuan paling penting dari seorang pendidik: berpikir jernih, adil, dan penuh makna. (*/red)






