Pintu ASN 2025 Dibuka Lebar! Guru Honorer Kini Bisa Naik Kelas Jadi PPPK hingga PNS, Begini Syarat dan Jalurnya

oleh -170 Dilihat
oleh
PPG jadi pintu utama menuju ASN. Aturan baru 2025–2026 membuka peluang lebih adil bagi guru untuk lolos PPPK hingga PNS lewat nilai dan rekam jejak. (*/ils)

Ringkasan Berita:

° Kesempatan menjadi Guru ASN makin terbuka dengan reformasi besar PPG dan seleksi PPPK mulai 2025–2026.

° Prioritas dihapus, nilai lebih transparan.

° Artikel ini mengulas jalur resmi dari PPG hingga peluang menjadi PPPK atau PNS, termasuk syarat, portofolio, dan rekam jejak yang wajib disiapkan guru.


JAKARTA, LINTANGPOS.com –Pintu baru menuju karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) kini terbuka lebih lebar dari sebelumnya.

Perubahan besar dalam sistem rekrutmen guru—mulai dari Pendidikan Profesi Guru (PPG), penerbitan NRG, hingga seleksi PPPK—membuat perjalanan panjang guru honorer akhirnya punya ujung yang lebih jelas.

Tak lagi penuh ketidakpastian, tak lagi terkungkung skema prioritas yang membuat banyak guru tersisih dari kesempatan.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen, Kemenag, dan KemenPAN-RB sedang merapikan ulang lanskap rekrutmen ASN guru.

Mulai 2025–2026, mekanisme pemeringkatan nilai menjadi penentu utama kelulusan.

Semua peserta ditempatkan pada garis start yang sama—tanpa P1, P2, P3—dan hanya kompetensi yang berbicara.

BACA JUGA: NRG 2025 Bikin Guru Deg-degan: Lulus PPG Belum Cukup, Tunjangan Bisa Mandek Berbulan-Bulan!

PPG: Dari ‘Syarat Sertifikasi’ Menjadi Gerbang Menuju ASN

Jika dulu PPG hanya dianggap formalitas untuk mengantongi sertifikat pendidik, kini posisinya jauh lebih strategis.

Lulusan PPG memiliki peluang lebih besar untuk lolos PPPK maupun diangkat sebagai PNS.

Pemerintah bahkan sudah menetapkan kuota PPG terbesar sepanjang sejarah pada 2024–2025, menunjukkan betapa pentingnya penguatan kompetensi profesional guru.

Sertifikat PPG memiliki peran kunci:

  • Syarat utama mendaftar PPPK
  • Bukti kompetensi profesional
  • Penentu linieritas formasi
  • Penguat portofolio akademik

BACA JUGA: TPG Dibayar Bulanan Mulai 2026? OPS Siap Gulung Tikar Jika Data Terlambat Sekian Hari!

Tak heran, PPG kini menjadi “tiket emas” yang diburu ribuan guru honorer maupun fresh graduate pendidikan.

NRG: Identitas Resmi Guru Profesional

Setelah lulus PPG, perjalanan belum selesai.

Guru harus menunggu penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG)—identitas resmi yang menegaskan status sebagai guru profesional.

Tanpa NRG, administrasi guru belum dianggap lengkap meski sertifikat sudah di tangan.

Karena itu, sinkronisasi Dapodik, SIMPKB, dan Info GTK menjadi krusial agar proses penerbitan tidak tersendat.

BACA JUGA: Lulus PPG Tapi TPG Tak Cair? Ini Alasan Mengejutkan Mengapa NUPTK Jadi Penentu Utama di 2025!

Era Seleksi Tanpa Prioritas Mulai 2026

Inilah titik paling menentukan. Mulai 2026, sistem seleksi PPPK benar-benar akan berubah: Tidak ada lagi P1, P2, P3. Semua bersaing berdasarkan nilai tertinggi.

Dampaknya luar biasa:

  • Guru honorer baru punya peluang sama besar
  • Guru PPG prajabatan tidak lagi berada di kelas prioritas rendah
  • Guru swasta bisa menembus formasi yang dulu sulit dijangkau
  • Peserta lama yang sebelumnya “mentok” kini bisa naik peringkat

Keadilan dan transparansi menjadi fokus utama pemerintah dalam fase baru ini.

Portofolio & Rekam Jejak: Senjata Baru Guru di Era Rekrutmen Modern

BACA JUGA: PPG Guru Tertentu Tahap 5 Dibuka! 37 Ribu Kuota Siap Diperebutkan, Cek Syarat & Cara Daftarnya!

Dengan sistem berbasis nilai murni, guru harus mulai memperkuat rekam jejak dan portofolio sejak sekarang.

Portofolio unggulan meliputi:

  1. RPP terbaik
  2. Video pembelajaran
  3. Bukti asesmen autentik
  4. Laporan MGMP/KKG
  5. Prestasi lomba
  6. Karya inovatif
  7. Sertifikat pelatihan

Selain itu, performa harian—disiplin, interaksi dengan siswa, integritas, tugas tambahan—mulai dimasukkan ke pemetaan ASN di banyak daerah.

Di era digital, semua jejak kecil bisa menjadi poin besar.

Peluang Menjadi PNS Masih Terbuka

BACA JUGA: Bupati Ogan Ilir Dorong SPPG Gandeng BUMDes untuk Kemandirian Pangan Desa

Walau fokus pemerintah saat ini adalah PPPK, jalur CPNS tetap ada.
Formasi PNS dibuka untuk kebutuhan khusus seperti:

  • Guru Produktif SMK
  • Guru 3T
  • Guru prioritas nasional
  • Guru pendidikan keagamaan tertentu

Guru yang sudah mengantongi PPG, NRG, dan portofolio kuat tentu berada di posisi lebih strategis.

Beberapa daerah bahkan mulai menyiapkan skema alih status dari PPPK ke PNS berbasis kinerja. Aturannya masih disempurnakan, tetapi arah kebijakannya sudah jelas: profesionalisme dihargai.

Tantangan: Seleksi Makin Ketat, Guru Harus Makin Siap

Meski peluang meluas, perjuangan tetap tidak mudah.

BACA JUGA: Akhirnya Cair! Pemerintah Pastikan TPG 100 Persen, THR TPG dan Gaji ke-13 Guru Dibayar Sebelum Akhir 2025

Guru harus menguasai:

  • Kompetensi teknis
  • Kompetensi manajerial
  • Kompetensi sosial kultural
  • Wawancara berbasis rekam jejak

Para pakar menilai sistem baru ini sebagai lompatan penting untuk menaikkan kualitas guru ASN secara nasional.

Kesimpulan: Jalan Panjang yang Kini Lebih Terang

Peluang menjadi Guru ASN—baik PPPK maupun PNS—seluas-luasnya kini terbuka.

Namun hanya guru yang siap sejak dini yang akan melangkah lebih jauh.

BACA JUGA: Gonjang-Ganjing Seleksi ASN 2026 Hanya untuk CPNS? PPPK Terancam Tak Kebagian Kursi!

  • Perkuat kompetensi.
  • Bangun portofolio.
  • Rawat rekam jejak.
  • Rapikan administrasi.

Jika semua itu dilakukan, status ASN bukan lagi mimpi di ujung karier, melainkan target realistis yang bisa dicapai dalam waktu dekat. (*/red)