Selain mencegah titik api, langkah tersebut penting untuk menjaga lingkungan dan mengurangi risiko karhutla.
BACA JUGA: Hotspot Sumsel Capai 1.502 Titik Empat Lawang Siaga, Karhutla Masih Terkendali
Hingga saat ini, Joncik menyebut titik panas yang terdeteksi di wilayah Empat Lawang masih relatif terbatas.
Berdasarkan pemantauan, terdapat sekitar 11 titik yang sempat terdeteksi.
Salah satunya berada di wilayah Pendopo yang berbatasan dengan Kabupaten Lahat.
Titik tersebut tidak berkembang menjadi kebakaran besar setelah segera ditangani tim di lapangan bersama masyarakat.
BACA JUGA: Enam Hotspot Terdeteksi di Empat Lawang
Sementara itu, Kolonel (CPM) M Faisal Amin Lubis mengatakan kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Pusat merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan.
Menurut Faisal, penyuluhan menjadi langkah penting karena titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah.
“Kita tidak dapat dimungkiri, masih ada titik api muncul. Sehingga cara paling efektif dalam rangka mencegah karhutla ini adalah penyuluhan,” katanya.
Faisal menjelaskan, tim tersebut hadir atas perintah Presiden untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di daerah yang membutuhkan penguatan pencegahan karhutla.
BACA JUGA: Wamendagri Tegaskan Satlinmas Harus Aktif Tangani Karhutla
Secara keseluruhan, sebanyak 1.000 personel TNI diterjunkan untuk kegiatan penyuluhan di 100 titik di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah yang mencakup Empat Lawang, Pagar Alam dan Kabupaten Lahat, sebanyak 10 personel ditempatkan di bawah wilayah Kodim Lahat.
Tim tersebut siap memberikan penyuluhan kepada masyarakat Empat Lawang. Edukasi diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar pembukaan lahan tidak lagi dilakukan dengan cara membakar.
Pencegahan dinilai menjadi kunci karena karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat apabila berkembang menjadi kebakaran dalam skala besar. (*/red)







