Ia memberikan contoh investor dari Turki maupun Korea yang berpotensi masuk langsung ke daerah seperti Lahat, tetapi menurutnya masih menghadapi rantai prosedur yang panjang.
Kondisi tersebut, kata Bursah, dapat menghambat pemerintah kabupaten dalam melakukan inovasi dan mencari skema creative financing untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah diberi ruang lebih besar untuk mengembangkan industri pendukung sektor pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan).
BACA JUGA: Sambut PEDA KTNA 2025, Wabup Empat Lawang Pimpin Aksi Bersih-Bersih Pulo Mas
Menurut Bursah, sejumlah teknologi alat pertanian yang tidak tergolong teknologi tinggi sebenarnya dapat dikembangkan di dalam negeri melalui kerja sama maupun adaptasi teknologi dari negara lain.
“Yang bukan teknologi tinggi itu bisa dilakukan,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan produksi alat pertanian di daerah berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pembelian dari luar sekaligus membuka peluang ekonomi baru. (*/gia)
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
View Comments