Ia memberikan contoh investor dari Turki maupun Korea yang berpotensi masuk langsung ke daerah seperti Lahat, tetapi menurutnya masih menghadapi rantai prosedur yang panjang.
Kondisi tersebut, kata Bursah, dapat menghambat pemerintah kabupaten dalam melakukan inovasi dan mencari skema creative financing untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah diberi ruang lebih besar untuk mengembangkan industri pendukung sektor pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan).
BACA JUGA: Sambut PEDA KTNA 2025, Wabup Empat Lawang Pimpin Aksi Bersih-Bersih Pulo Mas
Menurut Bursah, sejumlah teknologi alat pertanian yang tidak tergolong teknologi tinggi sebenarnya dapat dikembangkan di dalam negeri melalui kerja sama maupun adaptasi teknologi dari negara lain.
“Yang bukan teknologi tinggi itu bisa dilakukan,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan produksi alat pertanian di daerah berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pembelian dari luar sekaligus membuka peluang ekonomi baru. (*/gia)
Reminder bersama Abu Marlo dan Sandra Novita mengajak pendengar memahami bahwa rasa sakit akibat perkataan…
Pengisi suara Amirah Zerlett Seraj membawakan reminder tentang fenomena counterfactual thinking, ketika seseorang merasa kalah…
M Leli, warga Padang Bindu yang hilang di Sungai Musi, ditemukan meninggal dunia setelah tim…
Personel Polres Empat Lawang mendonorkan darah B+ untuk membantu bayi yang membutuhkan transfusi akibat kadar…
Kasus Ruben Onsu memasuki babak baru setelah pelapor berdamai dan menarik laporan. Jhon LBF disebut…
Rumah tangga Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan memasuki proses perceraian. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung 1…
View Comments