Menurut Joncik, penegakan hukum harus berlaku bagi seluruh pihak. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin terjadi Karhutla akibat kelalaian maupun kesengajaan yang kemudian berdampak luas terhadap masyarakat.
Selain kerusakan lingkungan dan ekosistem, Joncik mengingatkan Karhutla juga memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, Dinas Kesehatan, rumah sakit dan puskesmas juga perlu dilibatkan dalam kesiapsiagaan menghadapi dampak Karhutla.
Ia meminta masyarakat tidak hanya waspada terhadap api, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kecepatan informasi dinilai penting agar petugas dapat melakukan pemadaman sebelum api berkembang menjadi kebakaran besar.
BACA JUGA: Api Berkobar di Tebing Alay, BPBD Turunkan Enam Personel
Dalam kesempatan tersebut, Joncik juga menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim penyuluh Karhutla Mabes TNI ke Empat Lawang. Ia berharap sosialisasi tersebut memberikan pengetahuan dan masukan mengenai langkah penanganan serta regulasi Karhutla yang dapat diterapkan hingga tingkat masyarakat.
“Bagaimana cara mengatasi kebakaran hutan dan lahan, apa-apa yang bila perlu regulasinya apa saja yang bisa ini untuk disampaikan agar kami juga bisa menurunkan ke bawah, ke masyarakat,” katanya.
Joncik menyebut Empat Lawang belum membutuhkan sistem penanganan Karhutla berjenjang seperti yang diterapkan di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, misalnya sistem komando hingga tingkat pemadam api.
Namun, ia menegaskan kesiapsiagaan tetap harus dibangun sejak dini. Pemerintah daerah tidak ingin menunggu sampai Karhutla menjadi besar baru mengambil tindakan.
BACA JUGA: Polda Sumsel Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga
Melalui sosialisasi tersebut, Joncik berharap koordinasi antara Pemkab Empat Lawang, TNI, Polri, Kejaksaan, perusahaan perkebunan dan masyarakat semakin kuat.
“InsyaAllah kita berdoa bersama tidak akan ada terjadi kebakaran hutan dan lahan yang luas dan besar,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi penanganan Karhutla tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Joncik Muhammad untuk dilanjutkan dengan forum diskusi bersama tim penyuluh Karhutla Mabes TNI dan seluruh pemangku kepentingan terkait. (*/gia)
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…