Bagi Kabupaten Kepahiang, dukungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan diharapkan tidak hanya berhenti pada program peremajaan, tetapi juga mencakup penguatan rantai nilai kopi, mulai dari hulu hingga hilir.
Harapan Besar untuk Petani Kopi
Bupati Zurdi Nata menaruh harapan besar dari kunjungan kerja ini.
Ia berharap hasil pertemuan dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan petani.
BACA JUGA: Buyer Asal Dubai Lirik Kopi Lahat
“Kami ingin kolaborasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani kopi. Tujuan akhirnya tentu peningkatan kesejahteraan dan pembangunan perkebunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bupati juga melihat sektor kopi sebagai salah satu potensi unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional jika dikelola dengan baik.
Dengan dukungan teknologi, bibit unggul, dan manajemen perkebunan yang modern, kopi Kepahiang diyakini memiliki masa depan cerah.
Langkah Nyata Menuju Perkebunan Berkelanjutan
Kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian RI ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam membangun sektor perkebunan secara terencana dan berkelanjutan.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan petani.
BACA JUGA: Kopi Lahat Siap Mendunia! Petani dan Pemerintah Bersatu Angkat Cita Rasa Bukit Serelo
Di tengah tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan perkebunan saat ini, langkah proaktif seperti ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Bagi petani kopi Kepahiang, harapan pun kembali tumbuh.
Program peremajaan yang diusulkan bukan sekadar janji, melainkan upaya nyata untuk memastikan bahwa kopi tetap menjadi sumber kehidupan yang layak bagi generasi sekarang dan mendatang. (*/red)





