OKI, LintangPos.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini tengah menghadapi tantangan baru setelah pemerintah pusat melakukan efisiensi terhadap Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Meski demikian, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, SE., MM., menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah masih aman dan seluruh program prioritas untuk tahun 2025 akan tetap berjalan sesuai rencana.
Dalam keterangannya kepada Sumatera Ekspres, Kamis (9/10/2025), Muchendi mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan perhitungan rinci terhadap nilai pengurangan dana yang diterima.
Dari total pagu sebelumnya sebesar Rp2,4 triliun, anggaran Kabupaten OKI mengalami pemangkasan sekitar Rp241 miliar, menyisakan sekitar Rp2,2 triliun.
“Kita lagi hitung detailnya, tapi secara umum aman. Meskipun ada pengurangan, pelayanan dan program pembangunan tetap berjalan,” ujar Muchendi dengan nada optimistis.
Efisiensi, Bukan Penghentian
BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik
Bupati Muchendi menegaskan bahwa kebijakan efisiensi bukan berarti menghentikan kegiatan pembangunan.
Ia justru melihat hal ini sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan kreativitas dalam mencari sumber pendanaan baru.
“Efisiensi harus disikapi dengan bijak. Ini kesempatan bagi kita untuk lebih inovatif, baik dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun menjalin kemitraan dengan pihak swasta,” jelasnya.






