Pemkab OKU Timur bergerak cepat pulihkan dampak banjir. Bupati Lanosin pantau dari udara, 34 desa terdampak, 2.624 rumah terendam. Foto: dok/ist
° Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah meninjau wilayah banjir dari udara menggunakan helikopter.
° Sebanyak 34 desa di enam kecamatan terdampak, 2.624 rumah terendam.
° Pemerintah bergerak cepat melakukan pendataan, penyaluran bantuan, dan pemulihan pascabanjir.
OKU TIMUR, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak banjir yang melanda wilayahnya.
Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah, memimpin langsung pemantauan kondisi lapangan melalui peninjauan udara menggunakan helikopter pada Selasa (13/1/2026).
Langkah tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sebaran titik terdampak banjir, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan optimal di seluruh wilayah.
“Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan bantuan dan pelayanan dengan cepat,” tegas Lanosin di sela peninjauan.
Dari hasil pemantauan udara, terlihat bahwa sebagian wilayah masih tergenang, terutama di Kecamatan Belitang II.
Meski begitu, secara umum kondisi banjir menunjukkan tren penurunan dan sebagian besar kawasan mulai berangsur kering.
Pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan, guna mencegah munculnya persoalan baru akibat sisa genangan air.
Bupati juga menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan pendataan secara teliti.
Menurutnya, keakuratan data menjadi kunci utama agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan program pemulihan berjalan efektif.
“Keakuratan data sangat menentukan agar bantuan tidak salah sasaran,” ujarnya.
BACA JUGA: Sekda Empat Lawang Turun Langsung, Banjir Ulumusi Jadi Perhatian Serius
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…