Bupati, Wabub dan Ketua Dewan Sembelih Kerbau, Ini Makna Besarnya!

oleh -748 Dilihat
oleh
Penyembelihan kerbau oleh tiga pimpinan Kepahiang jadi simbol syukur dan pelestarian adat Rejang menjelang penganugerahan gelar adat Umbung Kutei 2026, Selasa (6/1/2026). Foto: Istimewa

“Penyembelihan kerbau ini adalah ungkapan rasa syukur kami atas kepercayaan dan kehormatan berupa gelar adat yang akan kami terima,” ujar Nata.

BACA JUGA: Kemenangan Sejarah! Makam Pangeran Kramojayo Resmi Kembali Jadi Cagar Budaya — “Tangan Tuhan” di Balik Putusan PTTUN Palembang!

Kerbau yang disembelih nantinya akan menjadi hidangan utama dalam jamuan makan bersama pada acara penganugerahan gelar adat sekaligus pembukaan resmi Umbung Kutei.

Jamuan tersebut bukan hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga perwujudan nilai gotong royong dan kekeluargaan yang melekat dalam adat Rejang.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Umbung Kutei bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Rejang Kepahiang di tengah arus modernisasi.

Dengan keterlibatan langsung para pemimpin daerah dalam prosesi adat ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya warisan budaya semakin kuat, sekaligus menjadikan Umbung Kutei sebagai identitas kebanggaan Kabupaten Kepahiang.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.