Inisiator Perpustakaan Jalanan Pendopo, Irfan Fransisco, menjelaskan bahwa Book Session dirancang sebagai ruang literasi yang dialogis dan inklusif.
Ia menilai, keterlibatan aktif siswa dalam berbagi pemahaman terhadap bacaan menjadi daya tarik utama kegiatan ini.
“Siswa SMK Negeri 2 Empat Lawang diberikan ruang untuk menyampaikan informasi dan pemahaman tentang buku yang mereka baca kepada teman-temannya saat sesi diskusi berlangsung. Hal ini menciptakan dinamika pembelajaran yang menarik, karena setiap judul buku menghadirkan pembahasan yang unik dan perspektif yang berbeda,” jelas Irfan.
BACA JUGA: SNBP 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar dan Strateginya
Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa antusiasme siswa menunjukkan besarnya potensi pengembangan literasi berbasis kolaborasi.
Menurutnya, kegiatan literasi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan lintas pihak, baik sekolah, komunitas, maupun masyarakat.
“Penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak agar ketersediaan sumber bacaan yang berkualitas dapat terus diperluas dan diakses oleh masyarakat serta pelajar secara merata,” tambahnya.







