Roman Abramovich, pemilik Chelsea tersenyum menyusul kemenangan timnya saat Final Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Chelsea FC di Estadio do Dragao pada 29 Mei 2021 silam. Foto: Alexander Hassenstein - UEFA/UEFA via Getty Images
Inggris, LintangPos.com – Nama Roman Abramovich selalu melekat dengan cerita-cerita penuh intrik dari masa kepemilikannya di Chelsea.
Pemilik asal Rusia itu dikenal dengan sikap tanpa ampun terhadap manajer yang gagal memenuhi ekspektasinya.
Bahkan, kisah terbaru datang dari Carlo Ancelotti, pelatih yang sempat membawa The Blues berjaya, namun akhirnya didepak dengan alasan yang terbilang unik.
Ancelotti, yang menukangi Chelsea pada Juli 2009 hingga Mei 2011, awalnya menjadi sosok penyelamat.
Musim pertamanya berjalan nyaris sempurna, dengan catatan manis meraih gelar ganda—Premier League dan Piala FA.
Sebuah pencapaian historis yang belum pernah diraih klub sebelumnya.
BACA JUGA: Pemuda di Palembang Dibacok Ayah Saat Lindungi Ibu, Polisi Turun Tangan
Namun, jalan manis itu tak berlangsung lama. Musim kedua, segalanya berubah. Bagi Abramovich, Liga Champions adalah tolok ukur utama.
“Sukses atau gagal di Eropa adalah cara saya diukur oleh Abramovich. Dan Liga Champions yang akhirnya mengakhiri pekerjaan saya,” ungkap Ancelotti dalam autobiografinya The Dream – Winning the Champions League.
Momen paling krusial terjadi pada laga perempat final Liga Champions 2011 melawan Manchester United.
Saat itu, Ancelotti memutuskan menarik keluar Fernando Torres—pemain anyar dengan label transfer fantastis £50 juta—lebih awal.
Keputusan itu ternyata dianggap Abramovich sebagai penghinaan pribadi.
“Torres jelas kehilangan kepercayaan diri. Tapi menggantinya di tengah pertandingan membuat Abramovich marah besar. Itu seperti menantang sang pemilik secara langsung,” tulis Ancelotti.
BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Sumsel Dukung Penguatan Akses Keadilan bagi Masyarakat Miskin
Tak lama setelah kekalahan dari United, nasib Ancelotti memang sudah bisa ditebak.
Bahkan, menurut pengakuannya, malam sebelum laga leg kedua, Abramovich sudah memperingatkan bahwa akan ada perubahan besar jika Chelsea tersingkir.
“Dia bilang, jika kami kalah, saya sebaiknya tidak usah kembali keesokan harinya,” kenang pelatih asal Italia itu.
Page: 1 2
Kebiasaan bermain gadget hingga begadang ternyata bisa mengganggu kualitas tidur. Rama Satya (@productivityboii) membagikan tiga…
Lovlavina membagikan perubahan pandangannya soal pakaian. Kini, ia lebih nyaman dengan outfit simpel dan warna…
Prilly Latuconsina membagikan pandangannya tentang kemandirian perempuan, stigma gender, hingga makna pernikahan dalam perbincangan bersama…
Telkom menyatakan siap mendukung digitalisasi Pemkab Empat Lawang, terutama konektivitas perkantoran baru dan interkoneksi perangkat…
Prof Suratman menilai Empat Lawang layak menjadi kawasan transmigrasi masa depan dengan konsep berbasis kopi,…
Bupati Joncik Muhammad mendorong Empat Lawang menjadi kawasan transmigrasi, dengan mengandalkan potensi lahan dan pengembangan…