Istri korban yang membuka pintu tidak curiga, lalu memanggil suaminya.
Keduanya sempat berbincang dan merokok bersama di depan rumah.
Tak lama kemudian, percakapan itu terhenti.
“Istri korban keluar karena tak lagi mendengar suara mereka. Saat diperiksa, suaminya sudah tidak ada di tempat,” ujar salah satu saksi.
Beberapa saat kemudian, korban ditemukan tergeletak di depan masjid tak jauh dari rumahnya, dengan luka parah di bagian perut.
BACA JUGA: Fakta Baru Kasus Korupsi APAR Empat Lawang, Proyek ‘Titipan’ Tanpa Musdes
Istri korban yang panik segera memanggil kakak iparnya untuk meminta pertolongan.
Keluarga korban kemudian membawa Septian ke RS Pusri, namun nyawanya tak tertolong.
Sementara itu, pelaku diketahui sempat kembali ke lokasi untuk mengambil motornya sebelum melarikan diri.
Kasus ini kini ditangani intensif oleh Polsek Kalidoni.
Polisi masih mendalami motif pasti dan kemungkinan adanya faktor lain di balik pembunuhan ini.
Warga setempat pun berharap agar proses hukum berjalan tegas dan transparan. (*/red)






