Categories: Olahraga

Chelsea Kembali Hadapi Perjalanan Panjang di Liga Champions, Ingatkan ‘Mimpi Dingin’ Tromso 1997

Ringkasan Berita:

° Chelsea bersiap menghadapi Qarabag di Azerbaijan, mengingatkan kembali perjalanan ekstrem ke Tromso pada 1997 saat bermain di tengah salju lebat.

° Meski kala itu menuai protes dari Ruud Gullit, Chelsea tetap menjuarai turnamen.

° Kini mereka berharap mengulang sukses serupa di Liga Champions.


Inggris, LintangPos.com – Skuad Chelsea tengah bersiap menjalani salah satu perjalanan terpanjang mereka di Liga Champions saat bertandang ke markas Qarabag di Azerbaijan untuk laga keempat fase grup.

The Blues yang kini mengantongi dua kemenangan dari tiga pertandingan, berpeluang besar mengamankan posisi menuju babak 16 besar jika meraih hasil positif di laga tandang ini.

Pelatih Enzo Maresca diperkirakan akan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemain mengingat jarak tempuh yang jauh dan padatnya jadwal kompetisi.

Perjalanan ke Baku memang bukan hal baru bagi Chelsea yang telah terbiasa dengan laga-laga tandang berat di kancah Eropa selama tiga dekade terakhir.

Namun, para penggemar setia klub masih mengingat satu perjalanan ekstrem yang terjadi pada 1997 silam — ketika Chelsea menghadapi Tromso di Norwegia dalam ajang European Cup Winners’ Cup.

Laga di Tromso berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem.

BACA JUGA: Enzo Maresca Diminta Mainkan Estevao Willian Sejak Awal, Fans Chelsea Tak Sabar

Salju menutupi lapangan hingga para pemain harus menggunakan bola berwarna oranye agar tetap terlihat.

Chelsea sempat tertinggal dua gol sebelum Gianluca Vialli mencetak dua gol untuk memperkecil kekalahan menjadi 3-2.

Pada leg kedua di Stamford Bridge, The Blues bangkit dengan kemenangan telak 7-1 dan melaju ke perempat final.

Manajer Chelsea kala itu, Ruud Gullit, mengaku marah dengan keputusan UEFA yang tetap melanjutkan pertandingan meski kondisi lapangan sangat buruk.

“Itu bukan sepak bola. Kami tidak bisa melihat bola karena salju menutupi semuanya,” ujar Gullit kepada BBC setelah laga.

Meski begitu, insiden di Tromso tidak menggagalkan langkah Chelsea di kompetisi tersebut.

BACA JUGA: Chelsea Siapkan Pos Pelatih untuk Thiago Silva Usai Pensiun

Klub London Barat itu akhirnya menjuarai turnamen setelah mengalahkan Stuttgart 1-0 di final berkat gol Gianfranco Zola.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: Chelsea Enzo Maresca Gianfranco Zola Gianluca Vialli Liga Champions perjalanan tandang Chelsea Qarabag Ruud Gullit sepak bola Eropa Tromso 1997
Topik: Sepak Bola

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polsek Ulu Musi Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Padang Tepong

Polsek Ulu Musi menyalurkan bantuan sosial kepada korban kebakaran di Desa Padang Tepong, Empat Lawang,…

4 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

BNNK Empat Lawang Dorong Desa Batu Jungul Kembangkan Komoditas Unggulan

BNNK Empat Lawang menggelar rapat bersama stakeholder untuk memperkuat program GDAD dan mendorong pengembangan komoditas…

9 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

10 Dusun Belum Teraliri Listrik PLN

Pemkab Empat Lawang mendata sekitar 10 dusun di tujuh kecamatan yang belum teraliri listrik PLN…

11 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

TP PKK dan BNN Luncurkan Ananda Bersinar di Empat Lawang

TP PKK dan BNNK Empat Lawang meluncurkan Ananda Bersinar untuk memperkuat pencegahan narkoba pada anak…

1 hari ago
  • Berita

Joncik Ajak Pemuda Empat Lawang Jaga Persatuan dan Keberagaman

Bupati Joncik Muhammad mengajak masyarakat dan pemuda Empat Lawang menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman sebagai…

2 hari ago
  • Berita

Polsek Muara Pinang Antar Jenazah Warga Lewat Program Si Baja

Polsek Muara Pinang membantu mengantarkan jenazah Nuril Aminah melalui program Si Baja sebagai wujud pelayanan…

2 hari ago