Kelompok ini mencakup berbagai profesi yang membutuhkan keahlian khusus di bidang tertentu.
Contoh jabatan PPPK Teknis antara lain:
- Analis kebijakan
- Pranata komputer
- Analis data
- Pranata humas
- Penguji teknis
- Teknisi lapangan
- Analis laboratorium
Di berbagai kementerian dan lembaga, formasi PPPK Teknis disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Karena itu, jenis jabatan dan kualifikasi pendidikannya bisa berubah setiap tahun.
Kualifikasi Pendidikan Tidak Selalu Sama
Secara nasional, formasi PPPK Teknis memiliki rentang kualifikasi pendidikan yang cukup luas.
Ada jabatan yang mensyaratkan lulusan SMA/SMK, D3, S1, bahkan S2. Semua tergantung pada:
- Kompleksitas tugas jabatan
- Risiko pekerjaan
- Tanggung jawab fungsional
- Kebutuhan instansi
Dalam konteks BGN, seluruh jabatan dianggap membutuhkan pemahaman akademik dan teknis tingkat lanjut, sehingga lulusan SMA/SMK belum masuk dalam kualifikasi yang dibutuhkan.
Lulusan SMA/SMK Jangan Berkecil Hati
Meski pintu PPPK Teknis BGN 2025 tertutup bagi lulusan SMA/SMK, bukan berarti peluang menjadi ASN sepenuhnya hilang.
Faktanya, instansi pemerintah lain masih membuka formasi PPPK Teknis untuk lulusan SMA/SMK sederajat, khususnya pada jabatan tertentu yang lebih bersifat operasional dan teknis lapangan.
Salah satu contoh adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Di instansi ini, beberapa formasi PPPK Teknis terbuka bagi lulusan SMA/SMK, seperti:
- Pemula – Penguji Kendaraan Bermotor
- Kualifikasi jurusan otomotif
- Teknik mesin
- Perbengkelan kendaraan
Formasi semacam ini menekankan keterampilan teknis dan keahlian praktis yang memang relevan dengan latar belakang pendidikan SMK.
BACA JUGA: Ombudsman Temukan Maladministrasi Program Makan Bergizi Gratis, Sumsel Jadi Sorotan
Contoh Formasi S1 di Instansi Lain
Di sisi lain, ada pula instansi yang konsisten menetapkan standar pendidikan tinggi untuk PPPK Teknis.





