Curah Hujan Gila-Gilaan hingga 2026! BPBD OKI Beberkan Daerah yang Terancam Banjir dan Puting Beliung

oleh -1186 Dilihat
oleh
BPBD OKI memperingatkan potensi hujan ekstrem hingga Februari 2026 dan memetakan delapan kecamatan rawan banjir. Posko dan satgas kembali diaktifkan. (*/Ilustrasi)

Ringkasan Berita:

° BPBD OKI mengeluarkan peringatan dini hujan ekstrem hingga Februari 2026.

° Delapan kecamatan dipetakan berisiko banjir dan angin puting beliung.

° Posko banjir dan satgas desa kembali diaktifkan, sementara warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan.


OKI, LINTANGPOS.com – Di tengah musim penghujan yang kian tak menentu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluarkan peringatan dini yang cukup membuat masyarakat waspada.

Cuaca ekstrem diprediksi bakal berlangsung panjang—bahkan hingga Februari 2026—dengan curah hujan tinggi yang merata di berbagai wilayah.

Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, menyampaikan bahwa masyarakat yang tinggal di dataran rendah perlu meningkatkan kewaspadaan.

“Daerah berkontur rendah lebih mudah tergenang. Unsur kewilayahan dan relawan harus tetap siaga memantau desa-desa berpotensi terdampak banjir maupun angin puting beliung,” terangnya saat dikonfirmasi pada Minggu (7/12/2025).

Delapan Kecamatan Masuk Zona Rawan

Analisis BPBD OKI mengidentifikasi setidaknya delapan kecamatan yang paling rentan terdampak curah hujan tinggi: Jejawi, Tanjung Lubuk, Mesuji Raya, Pedamaran, Lempuing, Lempuing Jaya, Pedamaran Timur, dan Kayuagung.

BACA JUGA: Banjir Menjerat Palembang, Lubang Jalan Tertutup Genangan, Warga Ketar-Ketir!

Desa-desa tertentu menjadi prioritas pemantauan, termasuk Desa Cinta Jaya, Serinanti, dan Menang Raya di Pedamaran serta Kelurahan Tanjung Serang dan Celikah di Kayuagung.

Meski potensi ancaman cukup besar, Listiadi memastikan bahwa hingga kini belum ada laporan banjir yang merendam permukiman warga.

Genangan yang muncul masih terbatas pada area pertanian akibat luapan sungai, namun tetap menjadi indikator bahwa peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan.

8 Posko dan Satgas Permanen Kembali Siaga

Menyongsong puncak musim hujan, BPBD OKI langsung mengaktifkan delapan posko banjir di kecamatan rawan.

Tidak hanya itu, satuan tugas (satgas) permanen di setiap desa telah dibentuk untuk memastikan respons cepat jika bencana terjadi sewaktu-waktu.

BACA JUGA: Jalan Cor Putus 50 Meter! Anak Sekolah Terpaksa Putar Arah, Saat Banjir Naik Perahu

“Kami juga sudah mengirimkan surat edaran kewaspadaan bencana melalui kantor camat sebagai langkah preventif menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ujar Listiadi.

No More Posts Available.

No more pages to load.