Daftar Lengkap Insentif Guru 2026, Ada yang Naik Tajam!

oleh -791 Dilihat
oleh
Insentif dan tunjangan guru non-ASN 2026 terus berlanjut. Pemerintah anggarkan Rp14 triliun demi kesejahteraan, perlindungan, dan profesionalisme guru. (*/Ils)

Selain penataan status, pemerintah juga membuka akses luas bagi guru non-ASN untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sepanjang 2024 hingga 2025, lebih dari 750 ribu guru non-ASN tercatat mengikuti PPG, baik melalui jalur PPG Calon Guru maupun PPG Guru Tertentu. Program ini menjadi pintu masuk bagi guru untuk memperoleh sertifikasi pendidik sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Insentif Bulanan Naik Mulai 2026

Kabar baik lainnya datang dari kenaikan insentif guru non-ASN. Mulai 2026, insentif bulanan yang sebelumnya Rp300.000 naik menjadi Rp400.000 per orang. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,8 triliun untuk 377.143 guru penerima. Anggaran ini meningkat lebih dari Rp1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan keberpihakan pemerintah terhadap guru non-ASN.

Tunjangan Profesi Guru Capai Rp2 Juta

Tak hanya insentif, Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN bersertifikat juga mengalami kenaikan. Pada 2026, besaran TPG ditetapkan Rp2 juta per bulan, naik Rp500 ribu dari tahun-tahun sebelumnya. Bagi guru yang telah memiliki inpassing, besaran TPG disesuaikan dengan gaji pokok dalam SK inpassing. Pemerintah menganggarkan sekitar Rp11,5 triliun untuk 392.870 guru penerima TPG.

BACA JUGA: Sekolah Garuda Segera Rekrut Guru, Ini Sinyal Kuatnya!

Perhatian Khusus untuk Guru di Wilayah 3T

Guru yang bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga mendapat perhatian khusus melalui Tunjangan Khusus Guru (TKG). Besarannya Rp2 juta per bulan, setara dengan TPG. Pada 2026, anggaran TKG mencapai Rp706 miliar dengan total penerima 28.892 guru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak Nyata bagi Guru

Manfaat kebijakan ini dirasakan langsung oleh para guru. Any Anggraeni, guru sekolah swasta, mengaku tunjangan yang diterimanya sangat membantu peningkatan kompetensi dan kesejahteraan keluarga.

“Dengan tunjangan ini saya bisa ikut pelatihan, membeli buku literasi, bahkan membantu biaya kuliah dua anak saya. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tapi bentuk pengakuan atas perjuangan guru,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.