Dari Balik Jeruji Tumbuh Harapan! Lapas Empat Lawang Panen Keterampilan Lewat Program Melon Produktif

oleh -46 Dilihat
Lapas Empat Lawang tanam dan rawat melon bersama warga binaan dan peserta magang Kemnaker sebagai wujud dukungan ketahanan pangan nasional. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Lapas Kelas IIB Empat Lawang merawat tanaman melon sebagai bagian pembinaan kemandirian warga binaan.

° Kegiatan ini melibatkan peserta magang Kemnaker dan mendukung ketahanan pangan nasional lewat pembinaan produktif dan berkelanjutan.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, sebuah pemandangan berbeda tumbuh subur di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Empat Lawang.

Bukan sekadar rutinitas pembinaan, tetapi deretan tanaman melon yang dirawat penuh ketelatenan menjadi simbol harapan, kemandirian, dan masa depan baru bagi warga binaan.

Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Empat Lawang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan perawatan tanaman melon dijalankan secara terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang nyata.

Setiap hari, warga binaan melakukan berbagai tahapan perawatan: mulai dari penyiraman rutin, pemupukan terjadwal, pengikatan batang tanaman, hingga pengecekan kondisi daun dan buah.

Langkah-langkah tersebut tidak hanya memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal, tetapi juga mencegah serangan hama dan penyakit yang dapat menghambat hasil panen.

BACA JUGA: Lapas Empat Lawang Diguncang Razia Besar-Besaran! Ini Temuan Petugas

Seluruh proses dilakukan di bawah pendampingan petugas lapas, memastikan kegiatan berjalan sistematis dan menghasilkan kualitas budidaya yang maksimal.

Kepala Lapas Kelas IIB Empat Lawang, Reza Yudistira Kurniawan, melalui Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadikgiatja), Aan Agustoni, menjelaskan bahwa program ini turut melibatkan peserta magang Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kehadiran peserta magang memberikan nilai tambah tersendiri. Mereka memperoleh pengalaman langsung di bidang pertanian sekaligus mengenal lebih dekat sistem pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan kepribadian, tetapi juga keterampilan kerja yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Aan.

Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini menjadi ruang pembelajaran kehidupan.

Warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kesabaran—nilai-nilai yang tak ternilai untuk bekal mereka membangun masa depan setelah masa pidana berakhir.

BACA JUGA: Dari Balik Jeruji Karya Bernilai! Tahanan Perempuan di Lapas Empat Lawang Sulap Bahan Sederhana Jadi Produk Ekonomis

Dengan keberlanjutan perawatan tanaman melon di Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Empat Lawang berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menciptakan model pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi warga binaan serta masyarakat luas.

Karena dari balik jeruji, harapan tetap bisa tumbuh… seteduh daun melon yang dirawat dengan penuh kesungguhan. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.