Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini menjadi ruang pembelajaran kehidupan.
Warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kesabaran—nilai-nilai yang tak ternilai untuk bekal mereka membangun masa depan setelah masa pidana berakhir.
Dengan keberlanjutan perawatan tanaman melon di Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Empat Lawang berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menciptakan model pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi warga binaan serta masyarakat luas.
Karena dari balik jeruji, harapan tetap bisa tumbuh… seteduh daun melon yang dirawat dengan penuh kesungguhan. (*/red)






