Ringkasan Berita:
Duka Suhar (51) atas wafatnya sang ayah berubah menjadi tragedi berdarah. Ia tewas dibacok tetangganya sendiri, Supriyadi (30), di Kelurahan Marga Bakti, Lubuklinggau, tepat di hari pemakaman ayahnya.
LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com – Suasana duka masih menyelimuti rumah Suhar (51) pada Sabtu siang, 24 Januari 2026.
Tangis keluarga belum sepenuhnya reda setelah kepergian Muhammad Jakpar, sang ayah tercinta.
Namun tak ada yang menyangka, hari yang seharusnya menjadi penutup masa berduka itu justru berubah menjadi tragedi berdarah yang merenggut nyawa Suhar sendiri.
Peristiwa memilukan itu terjadi di RT 03 Kelurahan Marga Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Lingkungan yang biasanya tenang mendadak geger setelah kabar pembunuhan menyebar dari mulut ke mulut warga.
Dari Prosesi Duka ke Jalan Sunyi
Pagi hingga menjelang siang, Suhar masih menjalani perannya sebagai anak yang berbakti.
Ia turut memandikan jenazah ayahnya di rumah. Wajahnya tampak letih, matanya sembab, namun ia berusaha tegar menerima takdir yang datang.
Ketika iring-iringan jenazah ayahnya bersiap diberangkatkan menuju pemakaman, Suhar justru memilih tidak ikut serta.
Keputusan itu sempat mengundang tanya dari sejumlah kerabat. Tanpa banyak bicara, ia melangkah menuju rumah tetangganya yang berada tepat di belakang rumahnya.
Tak ada yang menduga, langkah Suhar siang itu adalah perjalanan terakhir dalam hidupnya.
Keributan yang Berujung Darah
BACA JUGA: Kasus Pria di Muba Tewas di Tandon Terungkap, Motif Perampokan?
Menurut keterangan warga sekitar, suasana duka mendadak pecah oleh suara keributan dua pria dewasa.
Suhar dan tetangganya, Supriyadi (30), terlibat cekcok yang belum diketahui pasti pemicunya.
Emosi Supriyadi disebut memuncak. Dalam kondisi gelap mata, ia mengambil senjata tajam jenis parang.
Tanpa ampun, parang tersebut diayunkan ke arah Suhar.






