Pemanfaatan WhatsApp tersebut menunjukkan bahwa remaja memiliki peran dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan di tengah perkembangan teknologi.
Melalui fitur yang tersedia, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menjangkau banyak orang tanpa harus selalu melakukan komunikasi secara langsung.
Selain mengkaji proses penyebarannya, penelitian ini juga menemukan adanya sejumlah nilai keagamaan dalam pesan dakwah yang dibagikan oleh para remaja.
Pesan tersebut mengandung tiga nilai utama, yaitu nilai ketauhidan atau akidah, nilai akhlak, dan nilai syariah.
Pesan-pesan tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan ajaran Islam melalui media yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari generasi muda.
WhatsApp pun tidak lagi hanya digunakan untuk bertukar pesan dan berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang digital untuk menyebarkan ajakan kebaikan.
Namun, perkembangan dakwah melalui media digital juga membutuhkan perhatian terhadap isi dan sumber materi yang disebarkan.
BACA JUGA: Viral! Dua Siswi SMP di Musi Rawas Utara Adu Jotos Gegara Status WhatsApp, Polisi Turun Tangan
Pesan yang dibagikan perlu dikemas secara menarik, mudah dipahami, serta memiliki sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penelitian Nestia Destiani ini memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan dalam aktivitas dakwah.
Kehadiran WhatsApp membuka peluang bagi remaja untuk turut berperan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam melalui cara yang lebih sesuai dengan perkembangan komunikasi modern.
Dari pesan pribadi hingga Status WhatsApp, ruang digital kini menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan dakwah.
BACA JUGA: Viral Pungutan di SD Negeri 02 Kepahiang, Wali Murid Geram Tanpa Musyawarah
Bagi remaja Desa Gedung Cahya Kuningan, teknologi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga media untuk berbagi pesan-pesan positif dan nilai keagamaan kepada sesama. (*/gia)






