Santri Daarul Mahabbah Empat Lawang memborong medali di kejuaraan Taekwondo 2025 Bengkulu, membuktikan perpaduan disiplin pesantren dan prestasi olahraga. Foto: dok/ist
° Santri Pondok Pesantren Modern Daarul Mahabbah, Empat Lawang, mencetak sejarah di The Student Taekwondo Championship 2025 dengan meraih empat emas dan satu perunggu.
° Prestasi ini menegaskan bahwa santri mampu bersaing di level regional tanpa meninggalkan nilai pendidikan dan agama.
BENGKULU, LINTANGPOS.com – Deretan santri Pondok Pesantren Modern Daarul Mahabbah, Kabupaten Empat Lawang, kembali menorehkan tinta emas prestasi di dunia olahraga.
Di tengah rutinitas pembelajaran kitab dan disiplin pesantren, mereka tampil memukau di arena The Student Taekwondo Championship 2025 yang berlangsung di Gedung Olahraga Curup, Rejang Lebong, akhir pekan lalu.
Mewakili Empat Lawang melalui Tim Taekwondo Elang Club, para santri tampil solid dan penuh determinasi dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Ketua Umum Taekwondo Provinsi Bengkulu serta Piala Kadispora Rejang Lebong.
Persaingan antarpelajar berlangsung ketat, namun fokus dan mental baja para atlet asuhan Sabeum Ferry membawa hasil gemilang.
Delegasi santri Daarul Mahabbah berhasil mengoleksi total lima medali, terdiri dari empat emas dan satu perunggu, sekaligus menjadi penutup manis kalender prestasi olahraga Empat Lawang sepanjang 2025.
Medali emas pertama datang dari nomor seni Poomsae Pair Senior, ketika duet Dikel Ariasandi dan Sulis Purnamasari tampil kompak, rapi, dan presisi hingga keluar sebagai juara.
Dominasi berlanjut di nomor Kyorugi, dengan Agung Ikrom merebut emas kelas U-50 Kg Cadet Putra, disusul Ariel Agus Pranata yang tampil perkasa di kelas U-48 Kg Junior Putra.
Sementara itu, M. Revaldo turut menyumbang medali perunggu setelah melewati pertandingan sengit di kelas U-33 Kg Cadet Putra.
Pimpinan Ponpes Daarul Mahabbah, Ustadz Dodi Irawan, mengungkapkan rasa syukur atas capaian luar biasa para santri.
Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa santri mampu menyeimbangkan antara pendidikan akademik, kewajiban keagamaan, dan prestasi non-akademik.
Page: 1 2
Kebiasaan bermain gadget hingga begadang ternyata bisa mengganggu kualitas tidur. Rama Satya (@productivityboii) membagikan tiga…
Lovlavina membagikan perubahan pandangannya soal pakaian. Kini, ia lebih nyaman dengan outfit simpel dan warna…
Prilly Latuconsina membagikan pandangannya tentang kemandirian perempuan, stigma gender, hingga makna pernikahan dalam perbincangan bersama…
Telkom menyatakan siap mendukung digitalisasi Pemkab Empat Lawang, terutama konektivitas perkantoran baru dan interkoneksi perangkat…
Prof Suratman menilai Empat Lawang layak menjadi kawasan transmigrasi masa depan dengan konsep berbasis kopi,…
Bupati Joncik Muhammad mendorong Empat Lawang menjadi kawasan transmigrasi, dengan mengandalkan potensi lahan dan pengembangan…