Penahanan WS terkait korupsi Rp1,6 T ricuh akibat dugaan upaya penghalangan wartawan. Cekcok, ancaman, dan situasi tegang warnai proses pemindahan tersangka, Senin (17/11/2025). Sumber: Sumeks.co
Ringkasan Berita:
° Penahanan WS, tersangka korupsi kredit macet PT BSS dan PT SAL Rp1,6 triliun, berubah tegang saat beberapa koleganya diduga menghalangi wartawan mengambil gambar.
° Adu mulut hingga ancaman terjadi sebelum petugas berhasil meredakan situasi dan menggiring WS ke mobil tahanan.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Tegang. Kata itu paling pas menggambarkan suasana halaman Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada Senin malam, 17 November 2025.
Ketika WS—tersangka kasus korupsi kredit macet PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS) dan PT Sri Andal Lestari (SAL)—digiring menuju mobil tahanan, suasana yang semula terkendali mendadak bergejolak.
Sejumlah wartawan yang sejak awal sudah bersiap mengambil gambar penahanan WS tiba-tiba dihadang beberapa orang yang diduga merupakan kolega dekat sang tersangka.
Gerakan mereka terlihat jelas: berdiri rapat, memblokir jalur kamera, seolah berniat menciptakan benteng hidup di sekitar WS.
Menurut pengakuan para pewarta, upaya “memasang badan” itu sudah terlihat sejak WS keluar dari ruang pemeriksaan.
Beberapa individu secara sengaja berdiri menutupi sudut pengambilan gambar, membuat proses jurnalistik tersendat.
Ketika WS hendak masuk mobil tahanan, situasi berubah tambah panas.
Lagi-lagi mereka menghadang, bahkan berdiri tepat di pintu kendaraan, membuat fotografer tak bisa mendapatkan momen krusial itu.
Cekcok tak terhindarkan. Suara tinggi saling bersahutan.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika salah satu pria yang diduga kolega WS melontarkan ancaman kepada para jurnalis.
“Kami tunggu di luar, tahu galo kami rai kamu,” teriaknya lantang, membuat beberapa wartawan saling pandang dengan wajah cemas.
Beruntung, kondisi tak berlanjut menjadi bentrokan fisik.
BACA JUGA: Sidang Pembacaan Eksepsi Korupsi Pasar Cinde Ditunda, Alex Noerdin Dirujuk ke Jakarta, Ada Apa?
Petugas Kejati Sumsel yang dibantu personel TNI cepat bertindak, melerai kedua pihak dan memulihkan situasi.
Page: 1 2
Mendagri Tito Karnavian bersama istri mengunjungi stand Dekranasda Empat Lawang dalam Kriyanusa 2026 di JCC…
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tebing Tinggi, Empat Lawang, Minggu siang. Warga menyambut gembira…
ORADO Empat Lawang mengirim 14 atlet ke Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Lahat.…
Sumatera Selatan menjadi ikon Kriyanusa 2026 di JICC Jakarta. Herman Deru hadir menyaksikan produk dan…
Herman Deru mendorong pemuda Sumsel mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui…
Film Lobang Buaya karya Hanung Bramantyo mengandalkan misteri pembunuhan dan plot twist, dengan latar fiksi…