Salah satu alasannya diyakini berkaitan dengan diversifikasi rantai pasok.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri semikonduktor global belajar dengan cara yang keras bahwa ketergantungan pada satu pemasok saja bisa menjadi bumerang, terutama saat terjadi krisis pasokan global.
Samsung menawarkan kombinasi menarik: kapasitas produksi yang cukup besar, teknologi yang matang, serta reputasi sebagai pemain besar yang mampu memenuhi standar kualitas pelanggan kelas dunia.
Untuk chip seperti PCH—komponen penting yang mengatur komunikasi antara berbagai bagian dalam sistem komputer—stabilitas dan keandalan jauh lebih krusial dibanding sekadar mengejar performa tertinggi.
Kemenangan Beruntun di Node 8nm
Jika kesepakatan dengan Intel benar-benar terealisasi, ini akan menjadi kemenangan besar lainnya bagi Samsung Foundry di node 8nm.
Sebelumnya, Samsung juga berhasil mengamankan pesanan dari NVIDIA untuk memproduksi GPU yang digunakan pada konsol Nintendo Switch generasi berikutnya, yang kerap disebut sebagai Nintendo Switch 2.
Tak hanya itu, NVIDIA juga dikabarkan memesan produksi GPU kelas bawah tambahan menggunakan proses 8nm Samsung.
Deretan klien besar ini menunjukkan bahwa node 8nm Samsung bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama bagi sejumlah perusahaan teknologi papan atas.
BACA JUGA: Drama Rahasia di CES 2026: Bos Samsung ‘Ngotot’ Temui CEO Micron Demi Selamatkan Galaxy S26!
Kapasitas yang Siap Digenjot
Dari sisi kapasitas, Samsung diperkirakan mampu memproduksi sekitar 30.000 hingga 40.000 wafer per bulan pada teknologi 8nm.
Angka ini dinilai cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan klien-klien besar saat ini.
Bahkan, Samsung disebut memiliki fleksibilitas untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan relatif cepat jika permintaan tambahan datang.
Kemampuan untuk melakukan scale-up dengan cepat inilah yang menjadi nilai tambah tersendiri.





