Tetapi selama validasi data masih rumit, kesenjangan antar-daerah tidak diperbaiki, dan pencairan tidak memiliki standar waktu yang jelas, guru akan terus merasa seperti sedang menjalani “hukuman administratif”.
Guru tidak butuh janji manis. Mereka butuh kepastian.
Dan selama kepastian itu belum diberikan, TPG 100 persen akan tetap menjadi tunjangan yang ironis: paling diagungkan, tetapi paling sulit diakses. (*/red)







