Dari hasil penyelidikan, RI diduga merupakan pemasok sabu jaringan lokal yang kerap beroperasi di wilayah Prabumulih Timur dan sekitarnya.
Para pelaku disebut menggunakan lokasi umum seperti mini market dan area parkir untuk bertransaksi agar tidak menimbulkan kecurigaan warga.
Dalam pengakuannya, LW nekat menjadi perantara karena faktor ekonomi.
Ia mengaku tergiur imbalan uang dari RI setiap kali berhasil mengantarkan barang haram tersebut.
Namun, polisi menegaskan bahwa alasan ekonomi tidak bisa dijadikan pembenaran.
BACA JUGA: Baru Dilantik, Kasat Narkoba Polres Musi Rawas Langsung Tangkap Pengedar Sabu
“Apapun alasannya, ikut dalam peredaran narkoba tetap pidana berat. Kami harap ini jadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak tergiur bisnis haram tersebut,” tegas AKP Bratanata.
Kini, LW telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Prabumulih.
Ia dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal empat tahun penjara. (*/red)
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…