Dampak pembangunan juga dirasakan langsung oleh warga di Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur.
Sejumlah desa harus menyesuaikan aktivitas akibat mobilisasi alat berat dan pengaturan akses jalan.
Di sisi lain, PT Levi Bersaudara Abadi mencatat progres lebih tinggi, yakni sekitar 70 persen dari total panjang trase 26,4 kilometer.
Meski menghadapi kendala serupa, perusahaan optimistis proyek dapat rampung sesuai target.
BACA JUGA: Warga Tanjung Raman Hentikan 4 Truk Batubara yang Langgar Jalur Kota
Kedua perusahaan berharap dukungan pemerintah daerah dan provinsi terus mengalir, terutama dalam percepatan perizinan.
Harapannya, jalan hauling ini segera beroperasi tahun depan dan benar-benar menjadi jalur khusus angkutan batubara, demi keselamatan jalan umum dan kenyamanan masyarakat. (*/red)





