Curah hujan tinggi memicu luapan Sungai Dawas yang merendam dua desa di Kecamatan Keluang, Muba. BPBD tetapkan status siaga hidrometeorologi, Senin (15/12/2025). Foto: Istimewa
° Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Keluang sejak Minggu hingga Senin dini hari menyebabkan Sungai Dawas meluap.
° Akibatnya, dua desa di Musi Banyuasin terendam banjir dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter dan berdampak pada 80 kepala keluarga.
MUBA, LINTANGPOS.com – Hujan deras yang turun tanpa henti sejak Minggu (14/12/2025) hingga Senin (15/12/2025) dini hari membawa dampak serius bagi warga Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Debit air Sungai Dawas meningkat drastis hingga meluap dan merendam permukiman di dua desa, yakni Desa Tanjung Dalam dan Desa Dawas.
Banjir terjadi pada Senin pagi, dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama.
Akibat luapan sungai tersebut, sekitar 80 kepala keluarga (KK) terdampak genangan air yang merendam badan jalan desa dan lingkungan sekitar permukiman warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Marko Susanto, menjelaskan bahwa banjir merupakan dampak langsung dari hujan berkepanjangan yang menyebabkan kapasitas Sungai Dawas tidak mampu menampung debit air.
“Hujan deras berlangsung sejak Minggu hingga dini hari, sehingga debit Sungai Dawas meningkat dan meluap ke permukiman warga. Akibatnya, 80 kepala keluarga terdampak banjir di dua desa tersebut,” ujar Marko.
BACA JUGA: Hujan 3 Hari Berturut-turut di Sumsel, BMKG Ingatkan Warga Siaga Banjir dan Petir
Ia merinci, ketinggian muka air di Desa Tanjung Dalam mencapai sekitar 30 sentimeter di atas badan jalan desa.
Sementara itu, di Desa Dawas, genangan air berada di kisaran 10 sentimeter.
Meski demikian, banjir tersebut belum mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
Hal ini disebabkan mayoritas rumah warga di dua desa tersebut merupakan rumah panggung, sehingga air tidak masuk ke dalam rumah.
“Banjir memang merendam badan jalan desa, tetapi aktivitas warga masih berjalan normal karena rumah-rumah berbentuk panggung,” ungkapnya.
Saat ini, BPBD Muba melalui Tim Posko Keluang terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan secara berkala memperbarui informasi terkait kondisi banjir.
Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada, mengingat potensi curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Page: 1 2
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…
Wagub Sumsel Cik Ujang menyoroti dampak kabut asap terhadap PKL dan UMKM serta mendorong strategi…
Warga Desa Sarang Bulan, Empat Lawang, mengeluhkan bantuan beras 30 kg yang disebut hanya diterima…
Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…
Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…