Karena itu, ia berharap DMI Empat Lawang tidak hanya sibuk dengan struktur kepengurusan, tetapi mampu menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas yang memberi dampak nyata.
Bukhori kemudian mengaitkan gerakan memakmurkan masjid dengan pesan salat. Menurutnya, seruan “Hayya ‘alas-shalah” tidak boleh berhenti pada ajakan mendirikan salat.
BACA JUGA: MTQ ke-XIX Kabupaten Empat Lawang Resmi Dibuka, Cetak Generasi Qur’ani Menuju Empat Lawang MADANI
Ada pula pesan “Hayya ‘alal-falah”, yang ia maknai sebagai ajakan menuju kemenangan.
Baginya, gerakan memakmurkan masjid harus membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia mengingatkan para pengurus bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.
Karena itu, jabatan dalam organisasi maupun pemerintahan tidak semata-mata berkaitan dengan urusan dunia.
BACA JUGA: Pengurus GOW Empat Lawang Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
“Dunia sementara, akhirat selamanya,” tegasnya.
Bukhori berharap kepengurusan DMI Kabupaten Empat Lawang periode 2026–2031 mampu meningkatkan suasana masyarakat madani di daerah tersebut.
Pelantikan pun tidak diposisikan sekadar sebagai pergantian atau pengisian struktur organisasi.
Momentum itu menjadi penanda dimulainya kembali kerja DMI untuk mendekatkan masjid dengan kebutuhan masyarakat. (*/gia)







