Categories: Kasus Sumsel

Drama Kredit Macet Rp1,6 Triliun, Direktur Dua Perusahaan Akhirnya Ditahan setelah Sempat Mangkir!

Ringkasan Berita:

° Direktur PT BSS dan PT SAL, Wilson (WS), resmi ditahan penyidik Kejati Sumsel terkait dugaan korupsi fasilitas kredit Rp1,6 triliun.

° Setelah sempat mangkir dengan alasan medis, WS hadir memenuhi panggilan dan langsung ditahan 20 hari.

° Total enam tersangka kini telah ditetapkan.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Satu babak baru kembali muncul dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi fasilitas kredit Rp1,6 triliun dari sebuah bank plat merah.

Setelah sempat dua kali absen dari panggilan penyidik dengan alasan menjalani perawatan medis, Wilson (WS)—Direktur PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS) dan PT Sri Andal Lestari (SAL)—akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada Senin, 17 November 2025.

Kehadirannya tidak sekadar formalitas. Usai menjalani pemeriksaan intensif, WS langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Pakjo Palembang.

Penahanan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan yang diteken Kepala Kejati Sumsel pada hari yang sama.

Kepala Kejati Sumsel, Dr. Ketut Sumedana SH MH, menegaskan bahwa WS resmi menjadi tersangka keenam dalam perkara kredit macet yang menyeret dua perusahaan tersebut.

“Lima tersangka lain sudah lebih dulu ditahan sejak 10 November 2025, dan sedang menjalani masa penahanan hingga 29 November,” ujarnya didampingi Aspidsus, Asintel, dan Kasipenkum.

BACA JUGA: Terungkap! Dokumen Ditandatangani Tanpa Dibaca di Kasus Korupsi Pasar Cinde: Sidang Panas, Nama Besar Terseret

Menurut Kejati, WS diduga memiliki peran signifikan dalam proses pengajuan fasilitas pinjaman.

Sebagai figur kunci di dua perusahaan penerima kredit, ia memegang otoritas penuh terkait pengeluaran dana untuk pengurusan dokumen legal, termasuk HGU dan HGB—dua syarat vital dalam proses fasilitas kredit.

Selain itu, WS juga tercatat menandatangani dokumen pengajuan pinjaman ke bank plat merah yang menjadi sumber pembiayaan.

Sebelumnya, ketidakhadiran WS pada dua pemanggilan awal cukup menyita perhatian publik.

Penyidik kemudian memberikan kesempatan dengan menjadwalkan ulang pemeriksaan, sebelum akhirnya WS memenuhi panggilan pada pertengahan November ini.

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: bank plat merah Kejati Sumsel korupsi kredit macet penahanan WS penyidikan PT BSS PT SAL

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Kabut Asap Mulai Selimuti Empat Lawang

Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…

7 jam ago
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Regional
  • Sumsel

Kabut Asap Sumsel Ancam Penghasilan PKL dan UMKM

Wagub Sumsel Cik Ujang menyoroti dampak kabut asap terhadap PKL dan UMKM serta mendorong strategi…

9 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Beras Bulog di Sarang Bulan Dipotong? Warga Pertanyakan 10 Kg!

Warga Desa Sarang Bulan, Empat Lawang, mengeluhkan bantuan beras 30 kg yang disebut hanya diterima…

21 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

19 Anggota Pramuka Empat Lawang Terima Penghargaan Pancawarsa 2026

Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kesehatan
  • Sumsel

Sekda Empat Lawang Tekankan Senyum Dokter untuk Kesembuhan Pasien

Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Sekda Empat Lawang Minta Operasional Travel Dikaji

Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…

1 hari ago