Keributan soal buah mangga di Palembang berujung saling lapor. Srihati mengaku dianiaya dan meminta keadilan. Polisi mulai menyelidiki kasus ini, Jum'at (12/12/2025). Foto: Istimewa
° Kasus pengeroyokan gara-gara mangga jatuh di Palembang makin memanas.
° Seorang warga bernama Srihati melapor balik tetangganya setelah mengaku dianiaya.
° Polisi memastikan laporan diterima dan sedang ditindaklanjuti.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Tidak ada yang menyangka, sebuah buah mangga yang jatuh dari pohon bisa memantik kisruh antarwarga hingga berujung saling lapor ke polisi.
Itulah yang terjadi di kawasan Jalan Talang Petai, Kecamatan Plaju, Palembang, Jumat (12/12/2025).
Srihati (33), seorang ibu rumah tangga di lingkungan itu, mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk melaporkan balik tetangganya, pasangan suami istri yang menuduhnya melakukan pengeroyokan.
Ia bersikeras bahwa justru dirinya yang menjadi korban penganiayaan.
Kepada petugas, Srihati menuturkan peristiwa itu bermula Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, ketika suaminya berjalan kaki menuju tempat kerja dan melintas di depan rumah terlapor.
Tanpa alasan jelas, kata Srihati, tetangganya bernama Dahlia tiba-tiba meludahi dan memukul sang suami.
BACA JUGA: Kasus Kades Terjerat Korupsi Makin Banyak! Pajak Desa Tak Disetor Jadi Lahan Basah Baru
“Suami saya hendak pergi kerja. Tiba-tiba diludahi dan dipukul,” ujar Srihati, Jumat.
Karena terlapor adalah seorang perempuan, suaminya tak membalas dan memilih memanggil Srihati.
Situasi pun memanas. Cekcok tak terhindarkan dan berujung perkelahian di depan rumah.
Dalam laporannya, Srihati mengaku mengalami sejumlah luka, mulai dari gigitan di kedua jempol hingga lebam di lutut kiri dan kanan.
“Saya tidak terima dilaporkan seperti itu. Kejadiannya tidak sesuai dengan yang mereka tuduhkan. Saya berharap keadilan,” tegasnya.
Polisi pun membenarkan adanya laporan tersebut.
BACA JUGA: Tiga Tahun Kabur! Sopir Sawit Akhirnya Diciduk di Rumahnya Saat Malam Hari, Apa Kasusnya?
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Kosasih, melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo memastikan bahwa laporan penganiayaan dari Srihati telah diterima.
“Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Satreskrim unit Pidum untuk penyelidikan,” ujarnya.
Page: 1 2
Penyelesaian dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat…
Bupati Empat Lawang mengingatkan warga menghentikan pembakaran lahan dan mendorong pembukaan lahan tanpa bakar untuk…
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad menghadiri sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Dinas Pertanian Empat Lawang akan meninjau sawah terdampak kekeringan dan membuka peluang usulan bantuan bibit…
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang, Suparno, mengungkapkan sekolah yang kini menampung 270 siswa…
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang menjadi…