Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, menjelaskan bahwa kedua peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda dan tidak saling berkaitan.
“Ada dua peristiwa warga ditemukan tewas tak wajar di TKP yang berbeda dan sudah dilakukan cek TKP serta pemeriksaan dokter,” ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Jumat, 13 Februari 2026.
BACA JUGA: Lubang Lama, Nyawa Melayang di Tambang Emas Lebong
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi hingga identifikasi medis, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi adanya unsur pidana lain.
Pemeriksaan dokter memastikan bahwa kedua korban meninggal dunia akibat gantung diri.
“Informasi sementara dari dokter memang kedua peristiwa tersebut dari hasil identifikasi adalah murni gantung diri,” ungkap Bintang.
Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit juga menguatkan kesimpulan tersebut.
Meski begitu, pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur penyelidikan sesuai aturan.
Seluruh keterangan dokter dihimpun sebagai dasar administrasi dan hukum sebelum perkara dinyatakan selesai.
BACA JUGA: Unggahan “Info A1” Berujung Laporan ke Polda Sumsel
“Tindak lanjutnya kita himpun dulu keterangan dokter, dari hasil keterangan tersebut penyelidikan ini bisa dihentikan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.
Dua kematian beruntun dalam waktu singkat tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi duka bersama bagi masyarakat Kepahiang.
Polisi pun mengimbau warga untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap mempercayakan penanganan kasus kepada pihak berwenang.
Dengan rampungnya penyelidikan dan tidak ditemukannya unsur kriminal, kepolisian berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam mengenali tanda-tanda tekanan psikologis di lingkungan sekitar. (*/red)





