Anak sulungnya, Bambang Pitoyo (35), menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi, seluruh keluarga sedang berada di rumah kerabat di Kertapati.
“Kami lagi di rumah keluarga, tiba-tiba dapat kabar rumah terbakar. Langsung kami pulang, tapi semuanya sudah habis,” ucap Bambang.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Meski api tidak merembet ke rumah lain, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
BACA JUGA: Warga Desa Sadu Geger, Pria Ditemukan Tewas di Kebun Setelah Cekcok dengan Istri
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya rumah-rumah berbahan kayu di kawasan padat penduduk terhadap risiko kebakaran, terlebih di musim kemarau seperti saat ini. (*/red)







