Musibah kebakaran menimpa rumah M Teguh di Plaju, Palembang. Belum genap seminggu setelah istrinya meninggal, ia harus kehilangan tempat tinggalnya yang hangus terbakar saat ditinggal, Rabu (15/10/2025). Foto: Istimewa
Ringkasan Berita:
° Belum seminggu setelah kehilangan istrinya, M Teguh, warga Plaju, Palembang, kembali diterpa musibah.
° Rumah panggung kayunya ludes terbakar pada Senin pagi (13/10) saat dalam keadaan kosong.
° Warga sempat berjibaku memadamkan api dengan air kolam sekitar sebelum tim pemadam tiba di lokasi.
° Seluruh harta benda, termasuk surat-surat penting, hangus dilalap si jago merah.
Palembang, LintangPos.com — Duka mendalam menyelimuti hati M Teguh (65), warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Muhawana, Gang Tambak, RT 22 RW 08, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang.
Belum genap seminggu setelah kepergian sang istri tercinta karena sakit, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai peternak ikan ini kembali harus menelan pil pahit — rumah panggung kayunya hangus dilalap api, Rabu (15/10/3205) pagi.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat rumah dalam keadaan kosong. M Teguh dan keluarganya diketahui sedang berada di kediaman kerabat di kawasan Kertapati.
Menurut keterangan Effendi, saksi mata yang tinggal di samping rumah korban, api pertama kali terlihat disertai suara ledakan keras.
“Awalnya ada suara ledakan, terus langsung keluar asap tebal. Kami langsung ambil air dari kolam ikan di belakang rumah buat nyiram api,” ujar Effendi.
Berbekal peralatan seadanya, warga sekitar bahu-membahu memadamkan kobaran api.
BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik
Beruntung, sumber air dari kolam ikan di sekitar lokasi membantu proses pemadaman.
Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dijinakkan warga sebelum menjalar ke rumah lain di sekitar gang sempit tersebut.
Tak lama kemudian, tim Pemadam Kebakaran Kota Palembang tiba di lokasi untuk melakukan proses pendinginan.
Namun, petugas sempat mengalami kendala karena akses gang sempit dan padat warga yang memadati area kejadian.
Saat ditemui di lokasi, M Teguh tampak tak kuasa menahan tangis.
“Kami kehilangan semuanya. Rumah, surat-surat penting, sertifikat tanah, semua habis terbakar,” ungkapnya dengan suara bergetar.
BACA JUGA: Polisi Bongkar Makam Anti Puspita Sari, Wanita Hamil yang Tewas Tragis di Hotel Palembang
Lebih lanjut, ia mengaku peristiwa ini menjadi pukulan berat karena baru empat hari lalu ia kehilangan istrinya.
Page: 1 2
Martha Boru Napitupulu menjelaskan alasan pernikahan semarga menjadi pantangan dalam adat Batak.
Pemprov Sumsel mempercepat digitalisasi bansos setelah 4,3 juta KPM baru masuk penerima berdasarkan pemutakhiran data…
Herman Deru meninjau posko Karhutla Kertapati dan meminta layanan kesehatan diperkuat 24 jam bagi masyarakat…
Disdikbud Empat Lawang mengimbau seluruh sekolah menggunakan masker menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Aroma asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)…
Wagub Sumsel Cik Ujang menyoroti dampak kabut asap terhadap PKL dan UMKM serta mendorong strategi…