Ringkasan Berita:
° Tahun 2025 menjadi titik balik dunia transportasi saat layanan taksi tanpa sopir mulai beroperasi di berbagai negara.
° Perusahaan teknologi dan ride-hailing berlomba memperluas robotaxi dari AS hingga Asia, mengubah wajah mobilitas kota.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Setelah bertahun-tahun berada di fase uji coba tertutup, 2025 resmi menjadi tahun kebangkitan taksi tanpa sopir.
Dari Amerika hingga Asia, dari Eropa sampai Timur Tengah, kendaraan otonom kini mulai mengangkut penumpang sungguhan — bukan lagi sekadar eksperimen laboratorium.
Perusahaan ride-hailing dan pengembang teknologi berlomba mengomersialkan robotaxi, dengan satu tujuan besar: menghapus sopir manusia, memangkas biaya operasional, dan menyediakan transportasi 24 jam tanpa henti.
Aliansi Global Baru
Di Inggris, Uber dan Lyft menggandeng raksasa teknologi China Baidu untuk menguji kendaraan Apollo Go RT6 mulai 2026.
Sementara startup lokal Wayve, yang didukung SoftBank dan Nvidia, menyiapkan operasi tanpa sopir penuh pada tahun yang sama.
Wayve mengusung pendekatan “embodied AI”, teknologi kecerdasan buatan yang belajar langsung dari pengalaman mengemudi di dunia nyata — berbeda dari sistem lama berbasis aturan kaku.
Timur Tengah Jadi Laboratorium Masa Depan
Di Abu Dhabi dan Dubai, WeRide dan Uber telah meluncurkan layanan Level 4 tanpa pengemudi.
Dubai bahkan menargetkan peluncuran komersial penuh pada awal 2026.






