Ringkasan Berita:
° Pemprov Sumsel menetapkan Kabupaten Empat Lawang sebagai prioritas siaga bencana infrastruktur menyusul cuaca ekstrem dan ancaman longsor.
° Alat berat disiagakan, jembatan bailey dipasang di Muara Pinang untuk menjamin kelancaran mobilitas warga jelang Nataru.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Ancaman cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi tak lagi sekadar peringatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini menetapkan Kabupaten Empat Lawang sebagai wilayah prioritas dalam skema siaga bencana infrastruktur, menyusul tingginya kerawanan longsor di daerah berkarakter pegunungan tersebut.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Topografi ekstrem Empat Lawang menjadikan sejumlah ruas jalan vital rawan tertimbun material longsor, mengancam konektivitas masyarakat serta aktivitas ekonomi harian.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Empat Lawang, Eko Purwanto, menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan Pemprov Sumsel terus dilakukan demi memastikan jalur transportasi tetap aman dan fungsional.
“Kami tetap melakukan pantauan, terutama di daerah rawan bencana. Alat berat juga sudah disiapkan PUBM agar bisa bergerak cepat jika terjadi longsor,” ungkap Eko.
Sebagai tindak lanjut, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk bersiaga penuh.
BACA JUGA: Heboh! Karateka Empat Lawang Mengamuk di Palembang — Shindoka Borong Medali dan Kunci Juara Umum III
Alat-alat berat kini ditempatkan di titik-titik strategis guna mempercepat proses evakuasi material longsor apabila bencana terjadi sewaktu-waktu.
Tak hanya itu, upaya penyelamatan akses masyarakat juga diwujudkan melalui pemasangan satu unit jembatan bailey di ruas jalan Desa Sawah – Desa Seleman Ulu, Kecamatan Muara Pinang.
Jembatan darurat berbahan rangka baja ini menjadi penyambung hidup setelah jembatan permanen di jalur tersebut putus total beberapa waktu lalu.
Keberadaan jembatan bailey ini dinilai sangat krusial, terlebih memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya memicu peningkatan mobilitas masyarakat.
“Kami harap masyarakat tetap merasa aman saat melintasi jalur-jalur rawan, sembari tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan,” pungkas Eko.
Dengan kombinasi kesiapsiagaan alat berat, penguatan koordinasi lintas instansi, serta pemasangan infrastruktur darurat, Pemprov Sumsel menunjukkan keseriusannya menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas warga Empat Lawang di tengah ancaman alam yang semakin tak terduga. (*/red)





