Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, maupun Karhutla.
Sekda meminta seluruh instansi memperkuat koordinasi, komunikasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
BACA JUGA: Proyek BPBD Kepahiang Disorot, Tinggalkan Hutang ke Warga dan Bangunan Terbengkalai
Upaya deteksi dini serta pemantauan hotspot harus menjadi prioritas agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.
Selain Karhutla, ia juga menyoroti potensi bencana banjir di wilayah perkotaan.
Menurutnya, banjir lokal yang sempat terjadi di kawasan Pasar Tebing Tinggi usai hujan pada Rabu (8/7/2026) menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menilai penumpukan sampah di saluran drainase menjadi salah satu penyebab terganggunya aliran air sehingga memicu genangan.
Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Menutup amanatnya, Sekda meminta para camat, kepala desa, dan lurah terus mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman, terutama selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.
Melalui sinergi seluruh unsur pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berharap risiko Karhutla dan bencana lainnya dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga. (*/red)






