Empat Lawang Targetkan 1.000 Pohon Kelapa Lewat JM Betanam

oleh -765 Dilihat
Peluncuran JM Betanam dalam rangka HUT ke-65 Pramuka di Kabupaten Empat Lawang oleh Wakil Bupati Empat Lawang, Arifai, saat penutupan Kemah Bakti Pramuka di Bumi Perkemahan Pulo Mas, Tebing Tinggi, Jumat (14/8/2026). Foto: dok/LINTANGPOS.com

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com — Pemerintah Kabupaten Empat Lawang meluncurkan program Jam Musim Betanam (JM Betanam) dengan target menanam 1.000 pohon kelapa di berbagai wilayah daerah.

Program tersebut menjadi salah satu terobosan dan inovasi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang menggabungkan kepentingan lingkungan dengan upaya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Peluncuran JM Betanam dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-65 Pramuka di Kabupaten Empat Lawang.

Program ini disampaikan Wakil Bupati Empat Lawang, Arifai, saat penutupan Kemah Bakti Pramuka di Bumi Perkemahan Pulo Mas, Tebing Tinggi, Jumat (14/8/2026).

BACA JUGA: HUT Pramuka ke-65 di Empat Lawang, Arifa’i Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Arifai berharap JM Betanam dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Empat Lawang.

Menurutnya, penanaman pohon kelapa tidak sekadar menjadi gerakan penghijauan. Dalam jangka panjang, tanaman tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Program JM Betanam diharapkan bisa terlaksana dengan baik di Empat Lawang dan berdampak positif, baik dari segi penghijauan maupun bermanfaat secara ekonomis,” kata Arifai.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.000 pohon kelapa akan disebar di berbagai lokasi. Penanaman mencakup desa, kelurahan, sekolah hingga kantor pemerintahan di Kabupaten Empat Lawang.

BACA JUGA: Sekda Empat Lawang Dorong Pramuka Cetak Generasi Emas

Program JM Betanam memiliki empat tujuan utama, yakni sebagai langkah konkret pengendalian inflasi, inovasi daerah, upaya penghijauan serta simbol Pramuka yang identik dengan tunas kelapa.

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang juga mendorong pemerintah desa untuk mengambil peran lebih besar dalam keberlanjutan program tersebut.

Salah satu gagasan yang diusulkan adalah pemerintah desa membuat Peraturan Desa (Perdes) yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam gerakan menanam pohon kelapa.

Bahkan, muncul gagasan agar setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan diwajibkan menanam sedikitnya dua batang pohon kelapa.

BACA JUGA: Tebing Tinggi Siap Semarakkan HUT Ke-81 RI

Gagasan tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan menanam sekaligus menumbuhkan budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.