“Dari 230 gigitan, tidak ada sampai sekarang yang terindikasi rabies. Mudah-mudahan tidak,” katanya.
Menurut Fauzan, pencegahan harus terus dilakukan agar kasus gigitan dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kasus rabies.
Target akhirnya adalah mewujudkan Kabupaten Empat Lawang bebas rabies pada 2030.
BACA JUGA: Serem! Jawara Kampung Lari Ketakutan saat Melintas di Jalan Ini
Vaksinasi Digelar di 10 Kecamatan
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menegaskan vaksinasi rabies gratis menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mencapai target tersebut.
Vaksinasi dilaksanakan di 10 kecamatan di Kabupaten Empat Lawang dan secara resmi dinyatakan dimulai pada kegiatan tersebut.
Ia mengaitkan program itu dengan tema World Rabies Day 2026, yakni “Stronger Together” atau bersama kita lebih kuat.
Menurut Fauzan, semangat tersebut menegaskan bahwa pengendalian rabies tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
BACA JUGA: Aksi Mainkan Kobra di Pasar, Pria Kepahiang Tewas Tragis Dipatok Ular
“Tak cukup hanya mengandalkan Rahmat dan Rimi saja, perlu dukungan dari kita semua,” ujarnya.
Ia kemudian menyebut perangkat daerah, para penghobi hewan, serta masyarakat secara keseluruhan sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan rabies.
Fauzan berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi manusia dari risiko rabies.
Dengan dimulainya vaksinasi gratis di 10 kecamatan, Pemkab Empat Lawang kembali menegaskan komitmennya mengejar target bebas rabies 2030.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui vaksinasi, pengawasan, edukasi, dan kepedulian masyarakat terhadap hewan di lingkungan masing-masing. (*/red)






