Willa bersama Mak dalam film Na Willa. Foto: doc/istimewa
SURABAYA, LINTANGPOS.com – Film Na Willa, garapan sutradara Ryan Adriandhy, bukan hanya menghadirkan kisah tentang masa kecil, persahabatan, dan keluarga.
Film yang diadaptasi dari novel Na Willa: Serial Catatan Kemarin karya Reda Gaudiamo ini juga membawa pesan penting bagi masyarakat.
Melalui sudut pandang Willa, seorang anak perempuan yang tumbuh di Surabaya pada era 1960-an, penonton diajak melihat bagaimana hal-hal sederhana dapat terasa begitu besar bagi seorang anak.
Perubahan, kehilangan teman bermain, hingga memasuki lingkungan sekolah menjadi pengalaman penting dalam proses pertumbuhannya.
BACA JUGA: Fujifilm Borong Penghargaan Desain 2025: Trio Kamera yang Bikin Dunia Fotografi Terpukau
Kisah Willa menjadi pengingat bahwa perasaan anak-anak tidak boleh dianggap sepele. Apa yang terlihat kecil bagi orang dewasa bisa menjadi persoalan besar bagi seorang anak.
Film ini juga menyoroti pentingnya hubungan antara anak dan orang tua.
Melalui hubungan Willa dan Mak, Na Willa menunjukkan bahwa menjadi orang tua bukan hanya tentang memberikan aturan, tetapi juga tentang mendengarkan, memahami, dan mempercayai anak.
Selain itu, Na Willa mengingatkan bahwa masa kecil tidak berlangsung selamanya. Anak-anak akan tumbuh, lingkungan akan berubah, dan kehidupan akan terus berjalan.
Karena itu, kebersamaan, perhatian, serta komunikasi dengan anak menjadi hal yang penting untuk dijaga.
Pada akhirnya, Na Willa menjadi sebuah pengingat bagi khalayak ramai untuk lebih memahami dunia anak-anak.
Film ini menyampaikan pesan bahwa perubahan memang tidak dapat dihindari, tetapi setiap kenangan, pengalaman, dan perhatian yang diberikan kepada anak akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka. (*/gia)
JAKARTA, LINTANGPOS.com - Memasuki September 2026, pilihan iPhone di pasar Indonesia semakin beragam. Apple menawarkan…
Polsek Tebing Tinggi menggencarkan Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengingatkan agar tidak membuka lahan…
Bhabinkamtibmas Polsek Ulu Musi mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Batu Lintang sebagai dukungan terhadap ketahanan…
Polsek Tebing Tinggi menyasar pemilik lahan di Desa Kembang Manis untuk mencegah Karhutla dan melarang…
Herman Deru melepas 95 Kafilah Sumsel ke MTQ XXXI Semarang dan menargetkan kejayaan Sumsel kembali…
Herman Deru meminta RUU Ketransmigrasian tak hanya ubah paradigma, tetapi juga menyelesaikan persoalan aset dan…
View Comments