Kehadiran Osimhen meski hanya dari bangku cadangan tetap menjadi senjata ampuh.
Musim lalu, striker asal Nigeria itu tampil luar biasa dengan torehan 37 gol, yang membuat status pinjamannya berubah menjadi permanen di Istanbul.
Galatasaray Percaya Diri dengan Skuat Mewah
Selain Osimhen, Galatasaray musim ini memang punya kedalaman skuad yang membuat mereka berani bicara banyak di Liga Champions.
Nama-nama bintang seperti Leroy Sane, Ilkay Gundogan, dan Mauro Icardi memberi keseimbangan antara pengalaman dan daya ledak serangan.
BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Jadi Alasan Inigo Martinez Gabung Al-Nassr
Buruk menegaskan bahwa bukan hanya starter yang penting, melainkan juga pemain pengganti.
“Besok, bukan hanya starting XI, tapi juga finishing XI yang akan sangat menentukan. Dalam laga berintensitas tinggi, pemain yang masuk dari bangku cadangan bisa jadi kunci. Saya ingin semua pemain melihat pertandingan ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kekuatan kami bersama,” tegas pelatih berusia 51 tahun itu.
Liverpool Jadi Ujian Sesungguhnya
Galatasaray sadar betul bahwa Liverpool bukan lawan sembarangan. Meski dalam beberapa laga terakhir di liga Inggris The Reds mengalami inkonsistensi, tim asuhan Arne Slot tetap memiliki kualitas untuk merepotkan siapa saja.
Pertemuan dengan Liverpool juga sarat cerita karena Osimhen sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Anfield pada bursa transfer musim panas lalu.
Namun, sang striker akhirnya bertahan di Istanbul, dan kini justru akan berhadapan dengan klub yang dulu sempat mengincarnya.
BACA JUGA: Sergio Busquets Pensiun, Cesc Fabregas Bocorkan Rencana Karier Selanjutnya
Duel ini dipastikan akan berlangsung dengan tempo tinggi, mengingat keduanya membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi di fase grup Liga Champions.
Risiko dan Harapan
Meski ada risiko menurunkan Osimhen yang belum sepenuhnya fit, Buruk menegaskan bahwa keputusan ini perlu diambil demi kepentingan tim.
“Kami mengambil risiko ini karena butuh kontribusinya. Dia pemain besar dan tahu bagaimana menghadapi tekanan. Kami ingin dia bisa memberi dampak meski mungkin tidak penuh 90 menit,” kata Buruk.







