Menurut pengakuannya, pelaku berinisial B menuduhnya berbohong dan menyembunyikan sesuatu.
Keesokan harinya, saat datang ke kosan korban, amarah B meledak.
Ia langsung melakukan penganiayaan hingga korban kesakitan.
Zia yang panik meminta bantuan teman kos dan teman kuliahnya untuk menyelamatkan diri.
Ia mengaku kejadian serupa bukan pertama kali terjadi.
BACA JUGA: Gegara Uang Susu, Ibu Muda di Palembang Jadi Korban KDRT Suami Sendiri
“Sudah tiga atau empat kali dia kasar. Tapi ini yang paling parah,” katanya dengan suara bergetar.
Laporan korban telah diterima oleh SPKT Polda Sumsel dan ditandatangani Kepala Siaga, Ipda Setia Gunawan.
Polisi kini tengah memproses laporan tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa hubungan toksik dapat muncul bahkan di awal masa pacaran.
Kekerasan, baik fisik maupun emosional, bukan tanda kasih sayang, melainkan peringatan untuk segera pergi dan melindungi diri. (*/red)






