Namun, untuk 2025 jumlahnya masih sangat terbatas, yakni baru 12.500 guru non sarjana yang mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan S1 dengan sistem percepatan tersebut.
BACA JUGA: Cair Hari Ini! Tunjangan Profesi Guru Triwulan IV 2025 Mulai Masuk Rekening, Total Rp 11,1 Triliun!
Abdul menegaskan bahwa lonjakan kuota beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau tahun ini 12.500, tahun 2026 menjadi 150.000, maka dalam dua tahun ada 162.500 guru yang mendapatkan gelar S1,” jelasnya.
Setiap peserta program beasiswa akan menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 3 juta per semester.
Abdul menilai angka ini cukup untuk menjangkau kebutuhan dasar studi para guru yang mengikuti RPL maupun perkuliahan reguler.
Peningkatan kualifikasi bukan sekadar penambahan gelar.
Guru yang telah memenuhi syarat S1 juga berkesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh tunjangan sertifikasi.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Tunjangan Guru Honorer Naik di 2026, Plus Beasiswa Rp 3 Juta per Bulan!
“Dengan PPG, mereka bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi, dan mudah-mudahan kesejahteraan mereka akan meningkat,” tambah Abdul.
Program ini diharapkan menjadi percepatan besar dalam membangun kualitas pendidikan nasional sekaligus memperbaiki kesejahteraan pendidik di seluruh Indonesia. (*/red)






